Arti Kata "zadah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "zadah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

zadah

za·dah lihat haram

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "zadah"

📝 Contoh Penggunaan kata "zadah" dalam Kalimat

1.Dalam konteks agama, menggunakan bau zadah lihat haram di masjid sangatlah tidak disukai.
2.Penggunaan kosmetik yang mengandung bau zadah lihat haram membuat banyak orang pergi dari tempat kebugaran.
3.Pengedar narkoba yang menggunakan bau zadah lihat haram untuk menyembunyikan jejaknya dipungut oleh aparat.
4.Di pasar tradisional, penjual tidak diperbolehkan menjual makanan dengan bau zadah lihat haram.
5.Kegiatan kegiatan festival musik yang berlangsung di malam hari seringkali mengalami gangguan akibat bau zadah lihat haram dari pengunjung.

📚 Artikel terkait kata "zadah"

Mengenal Kata 'zadah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "zadah" - Membicarakan Maksiat yang Dilarang

Kata "zadah" seringkali digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama dalam konteks agama Islam. Dalam bahasa Indonesia, kata ini memiliki arti resmi "za·dah lihat haram", yang mengacu pada perilaku atau tindakan yang dilarang oleh agama. Sejarahnya, kata "zadah" berasal dari bahasa Arab, yang merujuk pada perilaku tidak beralasan dan tidak beradab. Dalam konteks sosial, kata "zadah" seringkali digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak patut atau tidak pantas. Misalnya, seseorang yang melakukan tindakan kekerasan atau perampokan dapat dianggap melakukan zadah yang melanggar hukum dan moral. Selain itu, kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak beradab, seperti memfitnah atau mengucapkan kata-kata kasar. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "zadah" dalam kalimat yang alami: * "Dia melakukan zadah yang melanggar hukum dan moral, sehingga dia dihukum penjara." * "Dia tidak bisa menerima kekalahan, jadi dia melakukan zadah dengan mengucapkan kata-kata kasar kepada lawannya." * "Dia melakukan zadah yang tidak beradab dengan memfitnah temannya, sehingga akhirnya dia dipecat dari pekerjaannya." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "zadah" memiliki relevansi yang signifikan. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini seringkali digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak pantas atau tidak beralasan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dan konteks kata "zadah" agar kita dapat menggunakan kata ini dengan tepat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.