Arti Kata "zariat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "zariat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

zariat

za·ri·at ? zuriah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "zariat"

📝 Contoh Penggunaan kata "zariat" dalam Kalimat

1.Pada hari ziarah, saya akan mengunjungi makam leluhur di desa kelahiran saya.
2.Mereka melakukan ziarah ke kota suci untuk mencari solusi atas masalah keuangan.
3.Pada zaman dahulu, para ulama melakukan ziarah ke Mekkah untuk menunaikan ibadah.
4.Saya tidak bisa menghadiri ziarah karena sakit parah beberapa hari yang lalu.
5.Dalam konteks agama, ziarah ke tempat-tempat suci merupakan bentuk ibadah yang sangat penting.

📚 Artikel terkait kata "zariat"

Mengenal Kata 'zariat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Zariat" - Inspirasi dari Ibadah yang Menghubungkan dengan Yang Maha Esa

Makna Umum dan Konteks Historis Zariat

Kata "zariat" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang sangat spesifik dan mendalam. Dalam konteks agama Islam, zariat merujuk pada proses ibadah yang dilakukan oleh para pengembara untuk mencari kebenaran dan keindahan. Zariat merupakan salah satu konsep yang sangat penting dalam agama Islam, karena membantu individu untuk menghubungkan dengan Yang Maha Esa dan mencapai kesadaran spiritual yang lebih dalam. Pengertian zariat juga meluas ke dalam konteks budaya dan sejarah. Dalam sejarah, zariat telah menjadi bagian dari tradisi keagamaan dan kebudayaan masyarakat Islam. Zariat membantu individu untuk meningkatkan kesadaran diri tentang kehidupan dan tujuan hidupnya.

Contoh Penggunaan Kata Zariat dalam Kalimat

Banyak contoh penggunaan kata zariat dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Raka'at pertama dari shalat lima waktu adalah zariat yang akan membantu kita untuk menghubungkan dengan Yang Maha Esa." Atau, "Melakukan zariat setiap hari akan membantu kita untuk meningkatkan kesadaran diri dan mencapai tujuan hidup yang lebih baik."

Relevansi Kata Zariat dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata zariat memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam era modern, banyak individu yang merasa jauh dari Tuhan dan kebenaran. Zariat dapat membantu individu untuk menghubungkan dengan Yang Maha Esa dan mencapai kesadaran spiritual yang lebih dalam. Dengan melakukan zariat, individu dapat meningkatkan kesadaran diri dan mencapai tujuan hidup yang lebih baik. Dalam kesimpulan, kata zariat memiliki makna yang sangat spesifik dan mendalam. Dalam agama Islam, zariat merupakan salah satu konsep yang sangat penting untuk mencapai kesadaran spiritual yang lebih dalam. Dalam konteks budaya dan sejarah, zariat telah menjadi bagian dari tradisi keagamaan dan kebudayaan masyarakat Islam.