Arti Kata "zoofobia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "zoofobia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

zoofobia

zo·o·fo·bia n rasa takut yg berlebihan kpd binatang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "zoofobia"

📝 Contoh Penggunaan kata "zoofobia" dalam Kalimat

1.Saya memiliki zoofobia yang parah terhadap anjing, sehingga saya tidak pernah dapat mengunjungi teman saya yang memiliki anjing.
2.Mereka harus memiliki psikolog yang ahli dalam mengatasi zoofobia agar dapat menghilangkan rasa takut mereka terhadap binatang.
3.Pada novel tersebut, tokoh utama menderita zoofobia yang sangat parah terhadap hewan buas.
4.Saya mencoba untuk mengatasi zoofobia saya dengan cara mengunjungi kebun binatang dan berinteraksi dengan hewan-hewan yang saya takuti.
5.Pada umumnya, zoofobia dapat dikategorikan sebagai salah satu jenis gangguan jiwa yang perlu ditangani oleh ahli kesehatan mental.

📚 Artikel terkait kata "zoofobia"

Mengenal Kata 'zoofobia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Zoofobia" - Inspirasi dan Motivasi

Kata zoofobia seringkali terdengar sebagai istilah yang aneh dan tidak biasa. Namun, dalam kenyataannya, zoofobia memiliki makna yang sangat penting dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. Zoofobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap binatang, baik itu binatang kecil maupun besar. Istilah ini telah ada sejak lama dan digunakan dalam berbagai konteks, dari psikologi hingga budaya. Dalam sejarah, zoofobia telah menjadi topik perdebatan dalam beberapa kategori, termasuk psikologi dan antropologi. Beberapa ahli menyatakan bahwa zoofobia adalah hasil dari proses evolusi yang kompleks, sedangkan lainnya menganggapnya sebagai hasil dari faktor lingkungan dan sosial. Namun, satu hal yang jelas adalah zoofobia telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak lama. Dalam kehidupan sehari-hari, zoofobia dapat dilihat dalam berbagai bentuk. Misalnya, seseorang yang memiliki zoofobia terhadap serigala mungkin akan menghindari tempat-tempat di luar kota, karena khawatir bertemu dengan serigala. Atau, seseorang yang memiliki zoofobia terhadap ikan hiu mungkin akan menghindari berenang di laut, karena takut terjaring oleh ikan hiu. Namun, zoofobia tidak hanya terbatas pada rasa takut yang berlebihan. Dalam beberapa kasus, zoofobia dapat menjadi gejala dari kondisi lain, seperti stres dan trauma. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami zoofobia dan mencari bantuan jika kita atau orang yang kita kenal mengalami gejala-gejala tersebut. Dalam budaya Indonesia modern, zoofobia masih menjadi topik perdebatan. Beberapa orang mungkin akan menganggap zoofobia sebagai hal yang tidak biasa atau tidak normal, sedangkan lainnya mungkin akan menganggapnya sebagai hal yang lazim. Namun, satu hal yang jelas adalah zoofobia telah menjadi bagian dari kehidupan manusia di Indonesia, dan kita harus memahami dan menghormati perbedaan individu dalam hal ini.