Arti Kata "abur" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "abur" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

abur

abur a boros;
meng·a·bur v membuang-buang; memboroskan; menghambur-hamburkan (uang);
peng·a·bur n pemboros

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "abur"

📝 Contoh Penggunaan kata "abur" dalam Kalimat

1.Dia terlalu sering abur dalam pekerjaannya sehingga kinerjanya menurun
2.abur adalah perilaku yang tidak dibenarkan di lingkungan kerja
3.Saya tidak suka bekerja dengan orang yang suka abur
4.abur merupakan tindakan yang mengganggu produktivitas tim
5.Ketika kita abur, hasil pekerjaan akan menjadi kurang optimal

📚 Artikel terkait kata "abur"

Arti Kata Abur Menurut KBBI

Pengertian Abur

Abur adalah kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki arti melakukan sesuatu tanpa tujuan atau arah yang jelas. Perilaku abur seringkali dianggap tidak produktif dan dapat mengganggu kualitas kerja seseorang. Ketika seseorang abur, maka fokus dan perhatiannya terpecah, sehingga hasil pekerjaan yang dihasilkan cenderung kurang optimal.

Perilaku abur sering terjadi di lingkungan kerja, di mana seseorang tidak sepenuhnya fokus pada tugas yang sedang dikerjakan. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan kinerja dan produktivitas tim secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk menghindari perilaku abur dan selalu meningkatkan konsentrasi dalam bekerja.

Abur juga dapat mengganggu hubungan antar rekan kerja, karena dapat menimbulkan ketidakpercayaan dan ketidakpastian. Orang yang sering abur cenderung dianggap kurang dapat diandalkan dan kurang serius dalam menyelesaikan tugas. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga fokus dan konsistensi dalam bekerja agar dapat mencapai hasil yang maksimal.

Dalam konteks sosial, perilaku abur juga dapat mencerminkan ketidakpedulian terhadap orang lain. Misalnya, ketika seseorang abur dalam sebuah diskusi atau pertemuan, hal ini dapat dianggap tidak menghargai waktu dan usaha orang lain. Oleh karena itu, penting untuk selalu memberikan perhatian penuh saat berinteraksi dengan orang lain.

Untuk menghindari perilaku abur, penting untuk selalu memiliki tujuan yang jelas dalam setiap tindakan yang dilakukan. Dengan memiliki fokus dan arah yang jelas, kita dapat menghindari perilaku abur dan meningkatkan kualitas kerja serta hubungan sosial kita. Dengan demikian, kita dapat mencapai hasil yang optimal dalam segala aspek kehidupan kita.