Arti Kata "ada rupa ada harga" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ada rupa ada harga" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ada rupa ada harga

Peribahasa harga barang ditentukan oleh keadaan barang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ada rupa ada harga"

📝 Contoh Penggunaan kata "ada rupa ada harga" dalam Kalimat

1.Dalam konteks bisnis formal, harga produk baru ditentukan oleh ada rupa ada harga.
2.Harga bahan baku yang mahal sangat mempengaruhi ada rupa ada harga produk akhir.
3.Dalam kehidupan sehari-hari, ada rupa ada harga barang di pasar tradisional jauh berbeda dari di swalayan.
4.Pengalaman mencari kerja di lapangan membuktikan bahwa ada rupa ada harga karir yang dimiliki seseorang.
5.Dalam konteks pendidikan, guru memahami bahwa ada rupa ada harga prestasi siswa yang dipengaruhi oleh usaha dan kemampuan mereka.

📚 Artikel terkait kata "ada rupa ada harga"

Mengenal Kata 'ada rupa ada harga' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "ada rupa ada harga" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "ada rupa ada harga" merupakan salah satu peribahasa yang paling populer di Indonesia. Makna umum dari kata ini adalah bahwa harga barang ditentukan oleh keadaan barang itu sendiri. Konteks historis dari kata ini dapat dipahami dari era kolonial Belanda, di mana harga barang-barang yang diimpor ke Indonesia dipengaruhi oleh kualitas dan ketersediaan barang itu sendiri. Dengan kata lain, barang yang berkualitas tinggi dan langka akan memiliki harga yang lebih tinggi daripada barang yang memiliki kualitas rendah dan mudah ditemukan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "ada rupa ada harga" sering digunakan dalam berbagai kalimat. Misalnya, "Harga mobil mewah itu mahal karena ada rupa ada harga." Contoh lainnya adalah, "Barang buatan luar negeri lebih mahal karena ada rupa ada harga." Peribahasa ini juga dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa harga suatu produk meningkat atau menurun. Kata "ada rupa ada harga" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa ini masih digunakan untuk menjelaskan fenomena ekonomi, sosial, dan politik. Misalnya, jika harga minyak goreng meningkat, maka ada rupa ada harga yang membuat harga itu meningkat. Dengan demikian, peribahasa ini masih relevan dan masih digunakan dalam berbagai konteks.