Arti Kata "ada sampan hendak berenang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ada sampan hendak berenang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ada sampan hendak berenang

Peribahasa sengaja berpayah-payah padahal sebenarnya tidak perlu berbuat begitu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ada sampan hendak berenang"

📝 Contoh Penggunaan kata "ada sampan hendak berenang" dalam Kalimat

1.Ia ada sampan hendak berenang ketika jembatan sudah ada.
2.Pada masa lalu, orang-orang ada sampan hendak berenang ke tempat-tempat yang jaraknya dekat.
3.Pemuda itu terlihat ada sampan hendak berenang ke pantai, meskipun sudah ada feri.
4.Banyak orang ada sampan hendak berenang ke tempat kerja, padahal sudah ada bus umum.
5.Dalam cerita rakyat, ada sampan hendak berenang menuju ke dunia bawah, dimana terdapat kekuatan gaib.

📚 Artikel terkait kata "ada sampan hendak berenang"

Mengenal Kata 'ada sampan hendak berenang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "ada Sampan Hendak Berenang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "ada sampan hendak berenang" adalah salah satu peribahasa yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia. Peribahasa ini memiliki makna yang sangat dalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Secara umum, kata ini memiliki arti "sengaja berpayah-payah padahal sebenarnya tidak perlu berbuat begitu". Dalam konteks sejarah, kata ini dipercaya berasal dari zaman kolonial Belanda, ketika masyarakat Indonesia sedang berjuang melawan penjajah. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang masih sering melakukan hal-hal yang tidak perlu dengan alasan yang tidak jelas. Mereka seperti ada sampan hendak berenang, yaitu sengaja berpayah-payah padahal sebenarnya tidak perlu berbuat begitu. Contohnya, seseorang mungkin memutuskan untuk berjalan jauh untuk mencari sesuatu yang dapat didapatkan dengan lebih mudah, atau mereka mungkin menghabiskan waktu yang lama untuk melakukan sesuatu yang tidak terlalu penting. Contoh penggunaan kata "ada sampan hendak berenang" dalam kalimat yang alami adalah: "Dia seperti ada sampan hendak berenang, membuang waktu dan energi untuk melakukan sesuatu yang tidak perlu." Atau, "Dia tidak perlu mencari pekerjaan di tempat yang jauh, karena ada banyak peluang di tempat yang lebih dekat, sehingga dia tidak seperti ada sampan hendak berenang." Dengan kata lain, kata "ada sampan hendak berenang" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang melakukan hal-hal yang tidak perlu dan tidak efektif. Dalam budaya Indonesia modern, kata "ada sampan hendak berenang" masih sangat relevan. Dengan kemajuan teknologi dan informasi, banyak orang yang dapat melakukan banyak hal dengan lebih mudah dan efektif. Namun, masih banyak orang yang melakukan hal-hal yang tidak perlu dan tidak efektif, sehingga dapat dikatakan bahwa mereka seperti ada sampan hendak berenang. Oleh karena itu, kita harus selalu ingat makna dari kata "ada sampan hendak berenang" dan berusaha untuk melakukan hal-hal yang efektif dan efisien.