Arti Kata "adat pemaduan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "adat pemaduan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

adat pemaduan

denda adat yang harus dibayar oleh suami apabila mengambil istri kedua

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "adat pemaduan"

📝 Contoh Penggunaan kata "adat pemaduan" dalam Kalimat

1.Pengadilan adat menetapkan adat pemaduan sebesar Rp 1 juta bagi suami yang mengambil istri kedua.
2.Suasana rumah tangga menjadi tegang setelah suami memutuskan untuk membayar adat pemaduan yang besar.
3.Ketua adat setempat menjelaskan bahwa adat pemaduan bukan hanya denda, tetapi juga sebagai tanda hormat kepada istri yang ditinggalkan.
4.Istri kedua suami itu terlihat tidak terlalu terkesan dengan adat pemaduan yang harus dibayar oleh suaminya.
5.Pertengahan abad ke-20, adat pemaduan masih menjadi hal yang umum dilakukan di beberapa daerah di Indonesia.

📚 Artikel terkait kata "adat pemaduan"

Mengenal Kata 'adat pemaduan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Adat Pemaduan" - Denda Adat yang Wajib Dibayar

Definisi dan Konteks Adat Pemaduan

Dalam konteks masyarakat adat, **adat pemaduan** merujuk pada denda adat yang harus dibayar oleh suami apabila mengambil istri kedua. Denda adat ini berlaku sebagai bentuk hukuman atas pelanggaran adat yang sangat serius. Dalam era lalu, **adat pemaduan** seringkali diterapkan sebagai cara untuk mengatur pernikahan dan menjaga keharmonisan dalam masyarakat.

Contoh Penggunaan Adat Pemaduan

Bertindak sebagai denda adat yang wajib dibayar, **adat pemaduan** seringkali disebutkan dalam konteks pernikahan yang melanggar adat istiadat. Contohnya, suami yang mengambil istri kedua tanpa izin dari masyarakat adat harus membayar **adat pemaduan** sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat. Dalam kalimat, **adat pemaduan** dapat digunakan seperti ini: "Suami harus membayar **adat pemaduan** karena mengambil istri kedua tanpa izin masyarakat." Selain itu, **adat pemaduan** juga dapat disebutkan dalam konteks pernikahan yang tidak menghormati adat istiadat, seperti: "Masyarakat adat menolak mengizinkan pernikahan ini karena suami telah membayar **adat pemaduan** sebelumnya."

Relevansi Adat Pemaduan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Meskipun **adat pemaduan** telah menjadi bagian dari sejarah, namun relevansi kata ini masih dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Banyak masyarakat adat yang masih mempraktikkan tradisi ini sebagai cara untuk menjaga keharmonisan dalam masyarakat. Dalam beberapa daerah, **adat pemaduan** masih diterapkan sebagai cara untuk mengatur pernikahan dan menjaga kepentingan masyarakat adat. Oleh karena itu, **adat pemaduan** tetap menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat adat di Indonesia.