Arti Kata "aktivisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "aktivisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

aktivisme

ak·ti·vis·me n 1 kegiatan (para) aktivis; 2 Pol doktrin yg menekankan perlunya tindakan kekerasan untuk mencapai tujuan politik; 3 Sen aliran ekspresionisme yg berpandangan bahwa drama harus dapat mencari pemecahan realistis mengenai masalah sosial

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "aktivisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "aktivisme" dalam Kalimat

1.aktivisme merupakan bentuk perjuangan untuk menyuarakan hak-hak masyarakat yang terpinggirkan.
2.Perguruan tinggi sering menjadi tempat berkembangnya aktivisme mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi dan ide-ide progresif.
3.aktivisme lingkungan semakin marak di era modern ini untuk melawan degradasi lingkungan yang terus terjadi.
4.Gerakan aktivisme gender kini semakin mendapat perhatian luas dalam upaya menciptakan kesetaraan gender di berbagai bidang.
5.aktivisme politik dianggap sebagai wujud partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi negara.

📚 Artikel terkait kata "aktivisme"

Makna dan Peran Aktivisme dalam Masyarakat

Pengertian Aktivisme

Aktivisme merupakan bentuk perjuangan atau gerakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk menyuarakan hak-hak, kepentingan, atau pandangan tertentu dalam masyarakat. Aktivisme sering kali berkaitan dengan upaya perubahan sosial atau politik, serta memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesetaraan.

Aktivisme dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti aktivisme lingkungan, aktivisme politik, aktivisme sosial, atau aktivisme gender. Dalam setiap bentuknya, aktivisme bertujuan untuk menciptakan perubahan positif dalam masyarakat dan memperjuangkan hak-hak yang dianggap terpinggirkan atau dilanggar.

Contoh konkret dari aktivisme adalah gerakan mahasiswa yang sering kali menjadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi dan tuntutan kepada pemerintah atau institusi tertentu. Aktivisme mahasiswa biasanya terkait dengan isu-isu sosial, politik, atau lingkungan yang dianggap penting untuk diperjuangkan demi kesejahteraan bersama.

Aplikasi praktis dari aktivisme dapat dilihat dalam berbagai gerakan sosial yang dilakukan secara kolektif oleh masyarakat untuk memperjuangkan hak-hak minoritas, melawan diskriminasi, atau mengadvokasi perubahan kebijakan publik yang lebih inklusif. Aktivisme juga dapat termanifestasi dalam bentuk demonstrasi, petisi, kampanye sosial, atau aksi langsung lainnya.

Dalam konteks praktis, terdapat beberapa tips yang dapat diterapkan bagi individu yang ingin terlibat dalam aktivisme, antara lain adalah memahami isu-isu yang diperjuangkan, bergabung dengan kelompok atau organisasi yang sejalan dengan nilai-nilai aktivisme, menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menyuarakan pendapat, serta tetap konsisten dan gigih dalam perjuangan.