Arti Kata "belakin" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "belakin" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

belakin

be·la·kin ? belangkin

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "belakin"

📝 Contoh Penggunaan kata "belakin" dalam Kalimat

1.Saya mengajukan permohonan belakin untuk memperbaiki kebocoran air di rumah saya.
2.Dalam sebuah novel, belakin belangkin menggambarkan kehidupan petani yang sederhana.
3.Pada saat rapat, belakin adalah proses perundingan antara para anggota dewan untuk mencapai kesepakatan.
4.Dalam konteks pendidikan, belakin adalah metode pengajaran yang digunakan guru untuk memahamkan konsep kepada siswa.
5.Pada suatu malam, belakin belangkin menghantui para pejalan kaki karena kegelapan yang sangat pekat.

📚 Artikel terkait kata "belakin"

Mengenal Kata 'belakin' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Belakin" - Dalam Konteks Sejarah dan Kehidupan Sehari-Hari

Sejarah dan Makna Umum

Kata "belakin" memiliki makna umum sebagai tindakan mengambil atau mengambil alih sesuatu dengan cara menguasai atau mengambil keuntungan dari sumber daya alam. Dalam konteks sejarah, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan proses penaklukan atau pengambilan kekuasaan atas wilayah tertentu. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), belakin didefinisikan sebagai "mengambil atau mengambil alih sesuatu dengan cara menguasai atau mengambil keuntungan dari sumber daya alam".

Contoh Penggunaan Kata Belakin

Kata "belakin" sering digunakan dalam kalimat yang alami untuk menggambarkan proses pengambilan keuntungan dari sumber daya alam. Misalnya: - "Pemerintah melakukan belakin lahan untuk pembangunan proyek infrastruktur." - "Masyarakat lokal melakukan belakin air sungai untuk kebutuhan pertanian." - "Perusahaan melakukan belakin hutan untuk kebutuhan kayu."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "belakin" memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam konteks pengelolaan sumber daya alam. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan proses pengambilan keuntungan dari sumber daya alam dengan cara yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menggunakan kata "belakin" dengan cara yang tepat dan bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya alam.