Arti Kata "akuisisi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "akuisisi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

akuisisi

aku·i·si·si n 1 perolehan; pemerolehan: -- bahasa ibu oleh anak-anak; 2 masukan (tt data komputer): -- data direkam dan kemudian diproses komputer; 3 pemindahan kepemilikan perusahaan atau aset (dl industri perbankan terjadi apabila pembelian saham di atas 50%); pengambilalihan kepemilikan perusahaan atau aset; 4 Ek cara memperbesar perusahaan dng cara memiliki perusahaan lain;
meng·a·ku·i·si·si v membuat akuisisi;
peng·a·ku·i·si·si n orang atau perusahaan yg mengakuisisi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "akuisisi"

📝 Contoh Penggunaan kata "akuisisi" dalam Kalimat

1.Perusahaan tersebut melakukan akuisisi terhadap perusahaan kompetitornya.
2.akuisisi saham perusahaan tersebut membuatnya menjadi pemegang mayoritas di pasar.
3.Pemerintah mengawasi proses akuisisi antar perusahaan agar tidak melanggar undang-undang persaingan usaha.
4.Pengumuman akuisisi perusahaan tersebut langsung mempengaruhi harga saham di pasar modal.
5.Dalam dunia bisnis, akuisisi sering digunakan sebagai strategi untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan nilai perusahaan.

📚 Artikel terkait kata "akuisisi"

Pengertian dan Proses Akuisisi dalam Bisnis

Apa Itu Akuisisi?

Akuisisi merupakan proses di mana suatu perusahaan mengakuisisi saham atau aset perusahaan lain untuk mengendalikan operasi dan manajemen perusahaan tersebut. Dalam konteks bisnis, akuisisi sering digunakan sebagai strategi pertumbuhan untuk memperluas pasar, meningkatkan keuntungan, atau mengurangi persaingan di industri tertentu.

Proses akuisisi biasanya melibatkan negosiasi antara pihak-pihak yang terlibat untuk menentukan harga dan syarat-syarat transaksi. Setelah kesepakatan dicapai, proses akuisisi harus disetujui oleh otoritas regulasi terkait untuk memastikan tidak adanya praktik monopoli atau pelanggaran hukum lainnya.

Akuisisi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti akuisisi saham, akuisisi aset, atau akuisisi merger. Akuisisi saham terjadi ketika perusahaan membeli sebagian atau seluruh saham perusahaan lain, sedangkan akuisi aset terjadi ketika perusahaan membeli aset tertentu dari perusahaan lain. Sedangkan akuisi merger terjadi ketika dua perusahaan bergabung menjadi satu entitas hukum yang baru.

Contoh nyata dari akuisisi adalah ketika perusahaan teknologi terkemuka mengakuisisi startup kecil untuk mengakses teknologi baru atau talenta kunci. Dengan melakukan akuisisi, perusahaan dapat mempercepat inovasi produk dan menguatkan posisinya di pasar yang semakin kompetitif.

Secara keseluruhan, akuisisi merupakan strategi bisnis yang kompleks dan memerlukan analisis mendalam terkait potensi keuntungan, risiko, dan dampak jangka panjang bagi kedua belah pihak. Dengan pemahaman yang baik tentang proses akuisisi, perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat dan mengoptimalkan nilai perusahaan dalam jangka panjang.