Arti Kata "belalah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "belalah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

belalah

be·la·lah a rakus makan; lahap; lalah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "belalah"

📝 Contoh Penggunaan kata "belalah" dalam Kalimat

1.Ibu melarang adiknya belalah nasi di atas meja makan.
2.Dia dikenal sebagai orang yang suka belalah hidangan saat makan di restoran.
3.Dalam novel itu, tokoh utama diceritakan sebagai seorang yang suka belalah makanan lezat.
4.Anaknya suka belalah bubur panas di pagi hari, jadi ibunya harus memperhatikan.
5.Dalam konteks agama, belalah makanan dianggap sebagai kebiasaan yang tidak baik karena dapat menyimpang dari keutamaan.

📚 Artikel terkait kata "belalah"

Mengenal Kata 'belalah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Belalah" - Rahasia Makan yang Lebih Baik

Penggunaan kata "belalah" dalam bahasa Indonesia seringkali mengacu pada kebiasaan makan yang rakus atau lahap. Kata ini memiliki makna yang sangat sederhana, yaitu makan dengan sangat cepat dan tidak sabar. Dalam konteks historis, kata "belalah" mungkin berasal dari kebiasaan masyarakat tradisional yang makan dengan sangat cepat untuk menghemat waktu dan energi. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, kata "belalah" seringkali dianggap sebagai perilaku yang tidak baik. Makan dengan cepat dapat menyebabkan masalah pencernaan dan juga mengurangi kesempatan untuk menikmati makanan. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kebiasaan makan yang seimbang dan tidak terburu-buru. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "belalah" dalam kalimat yang alami: - "Dia makan dengan sangat cepat, belalah seperti biasanya." - "Dia harus belajar makan dengan lebih lambat agar tidak belalah." - "Tidak baik jika kita belalah makan, karena itu dapat menyebabkan masalah pencernaan." Kata "belalah" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern. Dalam beberapa budaya, makan dengan cepat dianggap sebagai tanda kesopanan atau hormat. Namun, dalam konteks modern, memiliki kebiasaan makan yang seimbang dan tidak terburu-buru dianggap sebagai prioritas. Dengan demikian, kita dapat menikmati makanan dengan lebih baik dan juga menjaga kesehatan tubuh.