Arti Kata "alih kebudayaan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "alih kebudayaan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

alih kebudayaan

Istilah antropologi pengambilan unsur kompleks kebudayaan asing ke dalam suatu kebudayaan sampai dianggap oleh pendukung kebudayaan itu sebagai unsur kebudayaannya sendiri

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "alih kebudayaan"

📝 Contoh Penggunaan kata "alih kebudayaan" dalam Kalimat

1.Pengaruh alih kebudayaan dapat dilihat dalam pakaian yang dikenakan oleh masyarakat modern.
2.Aliran alih kebudayaan Barat ke Jawa pada abad ke-19 membawa perubahan besar dalam masyarakat lokal.
3.Penelitian antropologi menunjukkan bahwa alih kebudayaan seringkali melibatkan perubahan struktur sosial masyarakat.
4.Pada era globalisasi, alih kebudayaan terjadi dalam bentuk yang lebih cepat dan luas.
5.Pengalaman alih kebudayaan yang dialami oleh bangsa Indonesia dapat memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat lain.

📚 Artikel terkait kata "alih kebudayaan"

Mengenal Kata 'alih kebudayaan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Alih Kebudayaan" - Inspirasi dan Motivasi

Pengertian alih kebudayaan sebenarnya sudah ada lama dalam antropologi, tetapi masih cukup jarang dibicarakan dalam konteks kebudayaan Indonesia. Dalam arti resmi, alih kebudayaan adalah proses pengambilan unsur kompleks kebudayaan asing ke dalam suatu kebudayaan sampai dianggap oleh pendukung kebudayaan itu sebagai unsur kebudayaannya sendiri. Proses ini biasanya terjadi sebagai hasil interaksi dan pertukaran budaya antara suatu kebudayaan dengan kebudayaan lain. Dalam sejarah, proses alih kebudayaan telah terjadi banyak kali. Misalnya, pada abad ke-19, alih kebudayaan terjadi ketika kebudayaan Barat, seperti Eropa dan Amerika, mempengaruhi kebudayaan di Asia, seperti Jepang dan Indonesia. Hal ini terjadi melalui kontak perdagangan, perpolitikan, dan kebudayaan. Contoh yang lebih spesifik adalah bagaimana kebudayaan Barat memperkenalkan konsep "makan siang" yang sekarang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Indonesia. Dengan demikian, makan siang bukan lagi hanya sekadar makanan, tetapi juga menjadi momen sosial dan kebudayaan. Dalam kehidupan sehari-hari, proses alih kebudayaan terjadi terus-menerus. Misalnya, bagaimana kebudayaan digital mempengaruhi cara kita berkomunikasi dan berinteraksi, atau bagaimana kebudayaan kuliner asing mempengaruhi rasa dan resep makanan Indonesia. Dengan demikian, alih kebudayaan menjadi bagian penting dari perubahan dan perkembangan kebudayaan Indonesia. Proses ini tidak hanya membawa inspirasi dan motivasi, tetapi juga membuat kita menyadari bahwa kebudayaan tidak statis dan selalu berubah terus-menerus.