Arti Kata "apopleksi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "apopleksi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

apopleksi

apo·plek·si /apopléksi/ n Dok penyakit yg menyebabkan orang jatuh pingsan krn salah satu pembuluh darah dl otak pecah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "apopleksi"

📝 Contoh Penggunaan kata "apopleksi" dalam Kalimat

1.Dokter mendiagnosis pasien dengan apopleksi setelah pemeriksaan MRI.
2.apopleksi adalah salah satu penyakit yang bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia.
3.Keluarga pasien yang mengalami apopleksi harus memberikan dukungan dan perawatan yang baik.
4.Banyak faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena apopleksi.
5.Pencegahan apopleksi melalui pola makan sehat dan olahraga teratur sangat penting untuk menjaga kesehatan.

📚 Artikel terkait kata "apopleksi"

Arti dan Penyebab Apopleksi: Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Definisi Apopleksi

Apopleksi adalah suatu kondisi darurat medis yang disebabkan oleh perdarahan atau penyumbatan pembuluh darah di otak. Hal ini menyebabkan terganggunya pasokan darah dan oksigen ke otak, yang dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada jaringan otak. Gejala apopleksi dapat bervariasi tergantung pada lokasi dan seberapa parahnya kondisi tersebut.

Diagnosis apopleksi biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik, tes darah, CT scan, atau MRI untuk mengidentifikasi lokasi dan jenis apopleksi yang terjadi. Penting untuk segera melakukan intervensi medis jika terjadi gejala apopleksi untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Pengobatan apopleksi dapat meliputi terapi obat untuk mengurangi pembengkakan otak, fisioterapi untuk memulihkan fungsi motorik, dan intervensi bedah dalam kasus yang lebih parah. Perawatan jangka panjang dan rehabilitasi juga diperlukan untuk membantu pasien pulih sepenuhnya setelah mengalami apopleksi.

Faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena apopleksi termasuk hipertensi, diabetes, obesitas, merokok, dan riwayat keluarga dengan kondisi serupa. Penting untuk mengelola faktor risiko ini dengan baik untuk mencegah terjadinya apopleksi.

Pencegahan apopleksi juga dapat dilakukan melalui gaya hidup sehat seperti mengonsumsi makanan rendah lemak, tinggi serat, dan rutin berolahraga. Menghindari stres berlebihan dan menjaga tekanan darah serta kadar gula darah dalam batas normal juga dapat membantu mencegah terjadinya apopleksi. Dengan kesadaran akan faktor risiko dan tindakan pencegahan yang tepat, kita dapat mengurangi risiko terkena apopleksi dan menjaga kesehatan otak kita dengan baik.