Arti Kata "bagai pintu tak berpasak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bagai pintu tak berpasak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bagai pintu tak berpasak

Peribahasa sesuatu yang membahayakan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bagai pintu tak berpasak"

📝 Contoh Penggunaan kata "bagai pintu tak berpasak" dalam Kalimat

1.Kalimat-kalimat tersebut menggunakan kata "bagai pintu tak berpasak" dalam konteks yang berbeda:
2.Di kantor, dia sangat berhati-hati karena ada beberapa proyek yang berisiko sebagai baik pintu tak berpasak.
3.Kami harus memahami bahwa investasi saham dapat berisiko tinggi, seperti baik pintu tak berpasak yang dapat membahayakan keuangan kita.
4.Dalam permainan, dia terlalu percaya diri dan bermain tanpa strategi, seperti baik pintu tak berpasak yang membahayakan dirinya sendiri.
5.Di lingkungan pekerjaan, dia dianggap sebagai baik pintu tak berpasak karena kesalahan yang sering dia lakukan.

📚 Artikel terkait kata "bagai pintu tak berpasak"

Mengenal Kata 'bagai pintu tak berpasak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bagai pintu tak berpasak" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "bagai pintu tak berpasak" adalah salah satu peribahasa yang telah melekat dalam kesadaran masyarakat Indonesia sejak lama. Peribahasa ini memiliki makna yang sangat luas dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks. Secara harfiah, "bagai pintu tak berpasak" bermakna sebagai sesuatu yang membahayakan. Pada konteks historis, peribahasa ini muncul sebagai peringatan akan bahaya yang mungkin terjadi jika sesuatu yang tidak berpasang dengan baik digunakan atau diterapkan. Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa "bagai pintu tak berpasak" sering digunakan sebagai peringatan akan potensi bahaya yang mungkin terjadi. Contohnya, jika kita menggunakan alat atau peralatan yang tidak berpasang dengan baik, maka kita akan menghadapi risiko kecelakaan. Misalnya, "Dia tidak mengenakan sabuk pengaman saat mengemudi, karena itu bagai pintu tak berpasak, membahayakan nyawanya sendiri." Atau, "Kita tidak boleh membawa bahan kimia yang tidak aman di dalam ruangan, karena itu bagai pintu tak berpasak, bisa menyebabkan kecelakaan." Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa "bagai pintu tak berpasak" masih sangat relevan. Di era digital, kita sering menghadapi bahaya-bahaya seperti kejahatan siber, keamanan data, dan lain-lain. Oleh karena itu, perlu kita terus-menerus memperingatkan akan potensi bahaya yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari. "Menggunakan aplikasi yang tidak aman bagai pintu tak berpasak, karena itu bisa menyebabkan kehilangan data atau bahkan kejahatan siber."