Arti Kata "balah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "balah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

balah

ba·lah, ber·ba·lah v berbantah; bertengkar: suami istri yg tidak rukun itu selalu -;
mem·ba·lah v membantah: tidak baik selalu - nasihat orang tua;
per·ba·lah·an n perbantahan; pertengkaran

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "balah"

📝 Contoh Penggunaan kata "balah" dalam Kalimat

1.Suami istri yang tidak rukun itu selalu berbalah tentang uang.
2.Mahasiswa itu sering membalah nasihat dosen karena merasa benar.
3.Perbedaan pendapat antara ayah dan ibu membuat anak mereka sering berperbalahan.
4.Pada acara debat, calon presiden dan lawannya berbalah tentang kebijakan ekonomi.
5.Dalam novel tersebut, tokoh utama sering membalah kritik dari teman-temannya.

📚 Artikel terkait kata "balah"

Mengenal Kata 'balah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "balah" - Inspirasi dan Motivasi untuk Kehidupan Sehari-Hari

Kata "balah" memiliki makna yang kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis dan sosial, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana dua atau lebih orang memiliki perbedaan pendapat dan tidak dapat mencapai kesepakatan. Hal ini dapat terjadi dalam berbagai konteks, seperti dalam hubungan suami-istri, di antara teman-teman, atau bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Balah bukanlah kata yang asing dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, kita bisa melihat situasi di mana suami dan istri tidak rukun dan selalu membalah tentang hal-hal kecil. Atau, kita mungkin pernah berada dalam situasi di mana kita harus membalah dengan teman kita tentang pendapat yang berbeda. Bahkan, kita mungkin pernah merasa perlu membalah dengan diri sendiri tentang keputusan yang akan diambil. Namun, perlu diingat bahwa balah tidak harus selalu berarti konflik atau pertengkaran. Dalam banyak kasus, balah dapat menjadi kesempatan untuk berkomunikasi, memahami sudut pandang yang berbeda, dan mencapai kesepakatan yang lebih baik. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat contoh dari balah yang positif, seperti dalam situasi di mana orang tua dan anak memiliki perbedaan pendapat namun tetap dapat berkomunikasi dan mencapai kesepakatan yang lebih baik. Dalam budaya Indonesia modern, balah masih sangat relevan. Kita dapat melihat banyak contoh dari balah dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan personal maupun dalam kehidupan komunitas. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan menghadapi balah dengan cara yang positif, sehingga kita dapat mencapai kesepakatan yang lebih baik dan meningkatkan hubungan dengan orang lain.