Arti Kata "celatuk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "celatuk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

celatuk

ce·la·tuk ark, ber·ce·la·tuk v beromong-omong (berbual-bual, bersenda gurau, dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "celatuk"

📝 Contoh Penggunaan kata "celatuk" dalam Kalimat

1.Di dalam ruang kelas, dia berceletuk dengan temannya tentang acara nanti.
2.Dia suka berceletuk dengan tetangganya dan tidak pernah bosan.
3.Sebagai seorang komedian, dia sering berceletuk di atas panggung dan membuat penonton tertawa.
4.Di acara perayaan ulang tahun, dia berceletuk dengan teman-temannya dan membuat suasana menjadi lebih meriah.
5.Guru membiasakan murid-muridnya berceletuk sebelum memulai pelajaran untuk menghilangkan kekakuan.

📚 Artikel terkait kata "celatuk"

Mengenal Kata 'celatuk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Celatuk" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "celatuk" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan seseorang yang suka berbicara banyak dan beromong-omong tanpa tujuan khusus. Namun, apa sebenarnya makna umum dan konteks historis/sosial dari kata ini? Celatuk pada dasarnya adalah seseorang yang suka berbicara dan berbual-bual, seringkali tanpa henti, dan tidak mempermasalahkan pendengarnya. Dalam kebudayaan Indonesia, celatuk seringkali dianggap sebagai sifat yang kurang bermafaat dan tidak efisien. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan contoh-contoh penggunaan kata celatuk dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Dia sangat celatuk dan suka berbicara tanpa henti," atau "Dia tidak pernah bisa menyelesaikan pekerjaannya karena selalu bercelatuk dengan rekan-rekannya." Contoh lainnya adalah, "Dia sangat celatuk dan suka mengganggu orang lain dengan berbicara banyak." Dalam kebudayaan Indonesia modern, kata celatuk masih relevan dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Bahkan, celatuk seringkali dianggap sebagai sifat yang kurang bermafaat dan tidak efisien, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi orang lain. Dengan demikian, kita dapat belajar dari contoh-contoh celatuk yang suka berbicara dan berbual-bual, dan mencoba untuk menjadi lebih efektif dan efisien dalam berbicara dan berinteraksi dengan orang lain.