Arti Kata "ondok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ondok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ondok

on·dok v, meng·on·dok·kan v menyembunyikan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ondok"

📝 Contoh Penggunaan kata "ondok" dalam Kalimat

1.Seorang detektif harus berhati-hati dalam mengumpulkan bukti untuk tidak disalahkan dan tidak mengonduk ke arah yang salah.
2.Pegawai kebersihan diberi tugas mengonduk sampah ke tempat pembuangan yang ditentukan.
3.Pada masa lalu, anak-anak sering kali mengonduk mainan kecil ke tempat permainan.
4.Pada novel karya penulis terkenal, sosok tokoh utama yang suka mengonduk kebenaran ke masyarakat.
5.Dalam kesempatan yang biasa, seseorang yang suka mengonduk teman-temannya untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler.

📚 Artikel terkait kata "ondok"

Mengenal Kata 'ondok' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ondok" - Fungsi Menyembunyikan dalam Bahasa Indonesia

Kata "ondok" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ondok adalah kata bermakna menyembunyikan. Dalam konteks historis, kata ini mungkin berkaitan dengan kegiatan menyembunyikan barang atau informasi dari orang lain, yang sering kali dilakukan dalam situasi yang tidak aman atau tidak diinginkan. Dalam kehidupan sehari-hari, ondok sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Dia ondok dirinya sendiri untuk menghindari pertanyaan dari teman," atau "Dia ondok buku itu di bawah meja untuk tidak terlihat oleh ayah." Dalam kedua kalimat tersebut, kata ondok digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang melakukan aksi menyembunyikan untuk menghindari konsekuensi atau perhatian orang lain. Dalam budaya Indonesia modern, ondok juga memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, dalam konteks politik, ondok dapat berarti menyembunyikan informasi atau rencana dari publik untuk menghindari kritik atau perlawanan. Dalam konteks sosial, ondok juga dapat berarti menyembunyikan identitas atau status untuk menghindari diskriminasi atau penilaian yang tidak adil. Dalam kedua kasus tersebut, ondok digunakan untuk menjaga ketertiban dan keamanan, namun juga mengandung potensi untuk melanggar hak-hak individu dan kebebasan berekspresi.