Arti Kata "balik kerak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "balik kerak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

balik kerak

kawin (menikah) kembali dengan istrinya yang telah diceraikan; rujuk

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "balik kerak"

📝 Contoh Penggunaan kata "balik kerak" dalam Kalimat

1.Suami itu balik kerak dengan istrinya setelah berpisah beberapa tahun lalu.
2.Ketika meneliti konsep rujuk dalam hukum adat, penulis menyimpulkan bahwa balik kerak seringkali diatur dengan ketentuan-ketentuan tertentu.
3.Penghancur pernikahan, suami yang balik kerak, selalu mendapatkan perhatian dari masyarakat.
4.Di beberapa agama, balik kerak dianggap sebagai pelanggaran moral dan harus dihindari.
5.balik kerak seringkali dianggap sebagai pilihan terakhir bagi pasangan yang ingin kembali bersama.

📚 Artikel terkait kata "balik kerak"

Mengenal Kata 'balik kerak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Balik Kerak" - Inspirasi dan Motivasi

Pernah mendengar kata "balik kerak" dalam konteks pernikahan atau perceraian? Kata ini memiliki makna yang unik dan kaya dalam budaya Indonesia. Secara resmi, "balik kerak" berarti kawin (menikah) kembali dengan istrinya yang telah diceraikan, atau rujuk. Dalam sejarah, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana pasangan suami-istri yang telah bercerai ingin kembali bersama. Namun, makna kata "balik kerak" tidak hanya terbatas pada konteks pernikahan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan proses menghadapi masalah atau ketidaknyamanan dengan cara yang berani dan terbuka. Misalnya, "Setelah berpisah dengan teman lamanya, dia memutuskan untuk **balik kerak** dan mencoba lagi dalam hubungan mereka." Dalam konteks ini, kata "balik kerak" menggambarkan kemampuan seseorang untuk menghadapi kesalahan dan mencoba lagi, bukan hanya dalam hubungan percintaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, kata "balik kerak" sering digunakan dalam konteks yang lebih luas. Misalnya, "Dia harus **balik kerak** dengan prioritas hidupnya setelah mengalami kegagalan dalam bisnis." Dalam konteks ini, kata "balik kerak" menggambarkan kemampuan seseorang untuk menghadapi kegagalan dan mencoba lagi, dengan prioritas yang telah berubah. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "balik kerak" dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk menghadapi tantangan dan mencoba lagi, bukan hanya dalam hubungan percintaan, tetapi juga dalam kehidupan secara keseluruhan.