Arti Kata "balik mayat di kubur" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "balik mayat di kubur" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

balik mayat di kubur

Peribahasa menyebut-nyebut nama orang yang sudah meninggal

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "balik mayat di kubur"

📝 Contoh Penggunaan kata "balik mayat di kubur" dalam Kalimat

1.Pengadilan sedang menyelidiki dugaan korupsi yang melibatkan seorang mantan menteri yang sudah meninggal.
2.Ketika berbicara tentang kejadian lalu, ia hanya menyebut-nyebut nama orang yang sudah meninggal tanpa menyampaikan apa-apa.
3.Dalam sejarah, ada peribahasa yang menyebut-nyebut nama orang yang sudah meninggal untuk menggambarkan kekecewaan.
4.Pengajar selalu mengingatkan para siswa agar tidak menyebut-nyebut nama orang yang sudah meninggal dalam sebuah diskusi.
5.Ketika berbicara tentang masa lalu, teman-temanku sering menyebut-nyebut nama orang yang sudah meninggal tanpa rasa malu.

📚 Artikel terkait kata "balik mayat di kubur"

Mengenal Kata 'balik mayat di kubur' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "balik mayat di kubur" - Inspirasi dan Motivasi

Peribahasa "balik mayat di kubur" merupakan ungkapan yang telah berkembang dalam bahasa Indonesia. Secara harfiah, maknanya adalah mengatakan atau menyebut-nyebut nama orang yang sudah meninggal. Namun, di balik maknanya yang sederhana, ada hikmah yang lebih dalam terkait perihal menghormati orang yang telah tiada. Peribahasa ini mungkin berasal dari kebiasaan masyarakat Indonesia kuno yang tidak suka menyebut-nyebut nama orang yang telah meninggal. Mereka percaya bahwa menyebut nama orang yang sudah tiada dapat menimbulkan rasa kesedihan dan kehilangan pada orang yang masih hidup. Oleh karena itu, mereka lebih suka menyebut-nyebut nama orang yang sudah meninggal secara tidak langsung, seperti dengan menggunakan kalimat "balik mayat di kubur". Contoh penggunaan kata "balik mayat di kubur" dapat dilihat dalam beberapa kalimat berikut: - "Siapa yang tidak tahu bahwa Pak Harto sudah meninggal, tapi masih banyak orang yang menyebut-nyebut namanya dengan mengatakan 'balik mayat di kubur'." - "Saya tidak ingin menyebut nama ibu saya yang telah tiada, saya lebih suka mengatakan 'balik mayat di kubur' untuk menghormatinya." - "Perlu diingat bahwa menyebut nama orang yang sudah meninggal dapat menimbulkan kesedihan, jadi lebih baik kita mengatakan 'balik mayat di kubur' saja." Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa "balik mayat di kubur" masih relevan dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Banyak orang yang lebih suka mengatakan "balik mayat di kubur" daripada menyebut-nyebut nama orang yang telah meninggal. Oleh karena itu, peribahasa ini merupakan contoh bagaimana bahasa Indonesia dapat berkembang dan berubah seiring dengan kebutuhan dan kebiasaan masyarakat.