Arti Kata "balik mazhab" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "balik mazhab" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

balik mazhab

meninggalkan ajaran mazhab tertentu kemudian mengikuti ajaran mazhab yang lain

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "balik mazhab"

📝 Contoh Penggunaan kata "balik mazhab" dalam Kalimat

1.Banyak ulama yang pernah membalik mazhab dari Syiah ke Sunni.
2.Ketika itu, banyak umat Islam yang membalik mazhab dari Sunni ke Syiah.
3.Dia terpaksa membalik mazhab dari Aliran Sufi ke Ahlus Sunnah.
4.Dalam sejarah, para ulama terkadang membalik mazhab untuk alasan keagamaan.
5.Beliau membalik mazhab dari Aliran Wahabi ke Aliran Sufi.

📚 Artikel terkait kata "balik mazhab"

Mengenal Kata 'balik mazhab' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Balik Mazhab" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "balik mazhab" seringkali terdengar dalam konteks keagamaan, terutama dalam beberapa mazhab agama Islam. Dalam arti resmi, **balik mazhab** berarti meninggalkan ajaran mazhab tertentu kemudian mengikuti ajaran mazhab yang lain. Fenomena ini tidak hanya terjadi dalam agama Islam, tetapi juga dalam agama lainnya. Dalam sejarah, banyak tokoh dan masyarakat yang melakukan **balik mazhab** sebagai cara untuk mencari kebenaran dan keadilan. Dalam kalimat yang alami, kata **balik mazhab** dapat digunakan seperti ini: "Dia melakukan **balik mazhab** dari mazhab Shafi'i ke mazhab Hanafi karena merasa mazhab Hanafi lebih sesuai dengan kehidupannya." Atau, "Keluarga kami melakukan **balik mazhab** dari Kristen ke Islam karena merasa lebih dekat dengan ajaran agama yang baru." Contoh lainnya adalah, "Dia melakukan **balik mazhab** dari mazhab Maliki ke mazhab Hanbali karena merasa lebih puas dengan ajaran yang baru." Dalam kehidupan sehari-hari, **balik mazhab** dapat terjadi karena berbagai alasan. Seseorang mungkin melakukan **balik mazhab** karena merasa tidak puas dengan ajaran agama yang lama, atau karena ingin mencari kebenaran yang lebih sempurna. Dalam budaya Indonesia modern, **balik mazhab** juga dapat terjadi dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam pilihan karier atau pilihan hidup. Dalam beberapa kasus, **balik mazhab** dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seseorang untuk mencari kebenaran dan keadilan dalam kehidupannya.