Arti Kata "bangkrut" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bangkrut" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bangkrut

bang·krut v 1 menderita kerugian besar hingga jatuh (tt perusahaan, toko, dsb); gulung tikar: perusahaan itu hampir -- krn selalu rugi; 2 cak habis harta bendanya; jatuh miskin: krn kesukaannya berjudi, akhirnya ia --;
mem·bang·krut·kan v menyebabkan (menjadikan) bangkrut;
ke·bang·krut·an n perihal (keadaan) bangkrut dr perusahaan krn tidak mampu membayar utang-utangnya dsb

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bangkrut"

📝 Contoh Penggunaan kata "bangkrut" dalam Kalimat

1.Perusahaan raksasa itu akhirnya bangkrut karena tidak mampu membayar utang-utangnya.
2.Pernah suatu ketika, ayah saya juga bangkrut karena kesukaannya berjudi.
3.Dalam ekonomi makro, istilah bangkrut digunakan untuk menggambarkan keadaan perusahaan yang tidak mampu membayar utang-utangnya.
4.Dengan modal yang tidak cukup, bisnis baru itu akhirnya bangkrut setelah beberapa bulan beroperasi.
5.Dengan menghadapi krisis keuangan, banyak perusahaan kecil yang bangkrut dan harus gulung tikar.

📚 Artikel terkait kata "bangkrut"

Mengenal Kata 'bangkrut' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Makna Bangkrut dalam Bahasa Indonesia

Kata **bangkrut** memiliki makna yang sangat penting dalam bahasa Indonesia, khususnya dalam konteks ekonomi dan keuangan. Dalam arti resmi, **bangkrut** berarti menderita kerugian besar hingga jatuh, atau gulung tikar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan keadaan perusahaan atau bisnis yang tidak mampu membayar utang-utangnya, sehingga harus menutup operasinya. Sejarahnya, kata **bangkrut** mulai digunakan pada awal abad ke-20, tepatnya pada tahun 1927, ketika pemerintah Indonesia masih berusaha mengembangkan ekonomi nasional. Pada masa itu, banyak perusahaan yang bangkrut karena tidak mampu menyahuti inflasi yang melaju liar. Sejak itu, kata **bangkrut** menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang sangat umum digunakan dalam konteks ekonomi dan keuangan. **Menggunakan Kata Bangkrut dalam Kalimat** Kata **bangkrut** dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan keadaan perusahaan atau bisnis yang tidak mampu membayar utang-utangnya. Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata **bangkrut**: - Perusahaan itu hampir **bangkrut** karena selalu rugi. - Ia harus **bangkrut** karena kesukaannya berjudi. - Pemerintah harus menutup perusahaan yang **bangkrut** untuk menghemat biaya. **Relevansi Kata Bangkrut dalam Kehidupan Sehari-Hari** Kata **bangkrut** sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks ekonomi dan keuangan. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan yang **bangkrut** karena tidak mampu menyahuti inflasi yang melaju liar. Hal ini menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan dan harus mencari pekerjaan baru. Namun, kata **bangkrut** juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam menggambarkan keadaan individu yang tidak mampu membayar utang-utangnya. Dalam konteks ini, kata **bangkrut** dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang tidak mampu melunasi hutang-hutangnya dan harus mencari bantuan dari orang lain. Dalam kesimpulan, kata **bangkrut** adalah istilah yang sangat penting dalam bahasa Indonesia, khususnya dalam konteks ekonomi dan keuangan. Dengan memahami makna dan konteks kata **bangkrut**, kita dapat lebih baik memahami keadaan ekonomi dan keuangan di Indonesia.