Arti Kata "belantan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "belantan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

belantan

be·lan·tan n gada; cokmar; tembung

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "belantan"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "belantan" dalam Kalimat

1.Di dalam bahasa Jawa, belantan digunakan sebagai hiasan pada busana adat.
2.Dia sering menggunakan kata-kata kasar seperti belantan saat berbicara dengan temannya.
3.Dalam puisi Jawa, belantan diibaratkan sebagai kekecewaan yang menumpuk dalam hati.
4.Siswa harus lebih berhati-hati dalam menggunakan bahasa yang santai, karena tidak semua kata seperti belantan dapat dipahami oleh semua orang.
5.Dalam konteks bahasa Jawa, belantan juga memiliki makna sebagai kekecewaan yang mendalam.

πŸ“š Artikel terkait kata "belantan"

Mengenal Kata 'belantan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "belantan" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "belantan" sering kali dihubungkan dengan makna negatif, seperti cokmar atau tembung. Namun, dalam konteks historis dan sosial, "belantan" memiliki makna yang lebih luas dan kompleks. Dalam bahasa Indonesia, "belantan" dapat diartikan sebagai gada atau alat yang digunakan untuk memukul atau menumbuk.

Sejarah dan Makna Belantan

Dalam masa lalu, "belantan" sering digunakan sebagai alat perang atau senjata yang efektif. Pemukul atau gada tersebut digunakan untuk menumbuk lawan atau untuk melindungi diri sendiri. Makna ini masih dapat ditemukan dalam beberapa bahasa daerah di Indonesia, seperti "belantan" dalam bahasa Jawa yang berarti cokmar atau "bΓ©lantΓ©n" dalam bahasa Madura yang berarti gada.

Penggunaan Belantan dalam Kehidupan Sehari-hari

Meskipun "belantan" sering dihubungkan dengan makna negatif, namun dalam kehidupan sehari-hari, "belantan" masih dapat digunakan dalam konteks yang berbeda. Misalnya, dalam kalimat "dia menggunakan belantan untuk memukul kayu", atau "dia membeli belantan untuk kebutuhan rumah tangga". Dalam contoh-contoh tersebut, "belantan" diartikan sebagai alat yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, bukan sebagai senjata atau alat perang.

Relevansi Belantan dalam Budaya Indonesia Modern

Dalam budaya Indonesia modern, "belantan" masih dapat ditemukan dalam beberapa konteks, seperti dalam seni tradisional atau dalam kegiatan olahraga. Misalnya, dalam seni tradisional "belantan" digunakan sebagai alat untuk menumbuk atau memukul, atau dalam kegiatan olahraga "belantan" digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kekuatan atau ketepatan. Dalam contoh-contoh tersebut, "belantan" diartikan sebagai alat yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan atau keahlian.