Arti Kata "belum diajun sudah tertarung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "belum diajun sudah tertarung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

belum diajun sudah tertarung

belum di.a.jun sudah tertarung Peribahasa baru hendak melakukan sesuatu sudah mendapat halangan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "belum diajun sudah tertarung"

📝 Contoh Penggunaan kata "belum diajun sudah tertarung" dalam Kalimat

1.Sebelum memulai proyek baru, sudah ada tantangan besar yang menghadang.
2.Bisnis yang baru didirikan belum dijun sudah tertarung oleh persaingan yang keras.
3.Dosen baru belum dijun sudah tertarung oleh tugas-tugas akademik yang berat.
4.Pemimpin baru sebuah organisasi belum dijun sudah tertarung oleh tekanan dari anggota.
5.Pelamar lowongan kerja belum dijun sudah tertarung oleh persaingan yang ketat.

📚 Artikel terkait kata "belum diajun sudah tertarung"

Mengenal Kata 'belum diajun sudah tertarung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "belum diajun sudah tertarung" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "belum diajun sudah tertarung" adalah salah satu peribahasa yang paling populer dalam bahasa Indonesia. Kata ini memiliki makna umum yang menyatakan bahwa seseorang baru hendak melakukan sesuatu sudah mendapat halangan. Dalam konteks historis, kata ini mungkin berasal dari kehidupan sehari-hari masyarakat pedesaan, di mana seseorang baru hendak melakukan kegiatan tertentu seperti menanam padi, tapi sudah mendapat hambatan seperti cuaca buruk atau kekurangan sarana.

Makna dan Konteks Peribahasa "belum diajun sudah tertarung"

Peribahasa "belum diajun sudah tertarung" memiliki makna yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan modern, kita sering menghadapi halangan-halangan yang tidak terduga, seperti kesulitan dalam mencari pekerjaan atau kesulitan dalam menyelesaikan proyek. Ketika kita baru hendak melakukan sesuatu, tapi sudah mendapat halangan, kita mungkin akan merasa kecewa atau putus asa. Namun, peribahasa ini mengingatkan kita bahwa halangan-halangan tersebut adalah bagian dari kehidupan yang normal.

Contoh Penggunaan Kata "belum diajun sudah tertarung" dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh penggunaan kata "belum diajun sudah tertarung" dalam kalimat yang alami: * Saya baru hendak mulai proyek saya, tapi sudah mendapat halangan dari klien yang tidak memenuhi janji. * Dia baru hendak mengajukan proposal, tapi sudah tertarung oleh pesaingnya yang lebih kuat. * Kami baru hendak memulai bisnis, tapi sudah menghadapi kesulitan dalam mencari sumber daya yang cukup.

Relevansi Kata "belum diajun sudah tertarung" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "belum diajun sudah tertarung" memiliki relevansi yang sangat tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan modern, kita sering menghadapi halangan-halangan yang tidak terduga, seperti kesulitan dalam mencari pekerjaan atau kesulitan dalam menyelesaikan proyek. Ketika kita baru hendak melakukan sesuatu, tapi sudah mendapat halangan, kita mungkin akan merasa kecewa atau putus asa. Namun, peribahasa ini mengingatkan kita bahwa halangan-halangan tersebut adalah bagian dari kehidupan yang normal. Dengan demikian, kita dapat belajar untuk lebih sabar dan lebih fleksibel dalam menghadapi kehidupan yang tidak terduga.