Arti Kata "belum dipanjat asap kemenyan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "belum dipanjat asap kemenyan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

belum dipanjat asap kemenyan

Peribahasa belum kawin

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "belum dipanjat asap kemenyan"

📝 Contoh Penggunaan kata "belum dipanjat asap kemenyan" dalam Kalimat

1.Seorang mahasiswa baru yang belum dipanjat asap kemenyan, sulit menyesuaikan diri dengan gaya hidup kampus.
2.Pernikahan mereka baru saja berlangsung, karena itu pasangan muda itu masih belum dipanjat asap kemenyan.
3.Sebagai seorang guru, dia harus mengerti bahwa anak-anak di kelasnya belum semua dipanjat asap kemenyan.
4.Banyak orang yang menganggap pria muda itu belum dewasa karena masih belum dipanjat asap kemenyan.
5.Dalam budaya Melayu, pernikahan dianggap belum sah jika pasangan belum dipanjat asap kemenyan.

📚 Artikel terkait kata "belum dipanjat asap kemenyan"

Mengenal Kata 'belum dipanjat asap kemenyan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "belum dipanjat asap kemenyan" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis

Peribahasa "belum dipanjat asap kemenyan" memiliki makna umum yang terkait dengan status perkawinan seseorang. Dalam bahasa Indonesia yang resmi, peribahasa ini berarti "belum kawin". Istilah ini muncul dari kebiasaan masyarakat pada masa lalu, di mana perempuan yang belum menikah sering digambarkan seperti asap kemenyan yang belum dipanaskan, sehingga belum mengeluarkan aroma khasnya. Dengan demikian, peribahasa ini menjadi simbol dari keadaan belum menikah dan belum memiliki status pernikahan.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Peribahasa "belum dipanjat asap kemenyan" sering digunakan dalam kalimat untuk menggambarkan status perkawinan seseorang. Contoh penggunaan peribahasa ini dalam kalimat adalah: "Dia masih belum dipanjat asap kemenyan, belum menikah sampai sekarang." Atau, "Dia ingin menikah secepatnya karena sudah terlalu lama belum dipanjat asap kemenyan." Dengan demikian, peribahasa ini menjadi cara efektif untuk menggambarkan status perkawinan seseorang dengan cara yang lebih menyenangkan dan penuh makna.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Peribahasa "belum dipanjat asap kemenyan" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pernikahan dan status perkawinan. Banyak orang masih menggunakan peribahasa ini untuk menggambarkan status mereka yang belum menikah. Dengan demikian, peribahasa ini menjadi bagian dari budaya Indonesia yang masih hidup dan berkembang. Jadi, jangan lupa untuk menggunakan peribahasa ini dalam percakapan sehari-hari untuk menunjukkan status perkawinan yang sesuai!