Arti Kata "bengik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bengik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bengik

be·ngik ? bengek

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bengik"

📝 Contoh Penggunaan kata "bengik" dalam Kalimat

1.Karyawan di perusahaan itu tampak bengik karena harus bekerja lembur.
2.Saya pernah melihat orang tua yang bengik karena anaknya tidak mau belajar.
3.Pakar ekonomi menilai bahwa sistem perekonomian negara ini sedang bengik karena inflasi yang tinggi.
4.Pengusaha kecil sering kali bengik karena harus melawan perusahaan besar yang memiliki kekuatan pasaran yang kuat.
5.bengik dan kelelahan menunjukkan bahwa para pelatih sepak bola telah bekerja keras dalam beberapa minggu terakhir.

📚 Artikel terkait kata "bengik"

Mengenal Kata 'bengik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Bengik" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "bengik" sering digunakan dalam bahasa sehari-hari, terutama dalam konteks negatif, yaitu merujuk pada suasana hati yang gelisah, sedih, atau tidak nyaman. Namun, apa sebenarnya makna umum dari kata ini? Dalam bahasa Indonesia, kata "bengik" memiliki arti yang lebih spesifik, yaitu be·ngik ? bengek, yang menunjukkan keadaan hati yang sedang mengalami perubahan atau kesulitan. Pernahkah Anda merasa bengik setelah mengalami kegagalan atau kesulitan dalam hidup? Mungkin Anda pernah merasa tidak nyaman dengan situasi yang sedang Anda hadapi. Dalam konteks ini, kata "bengik" digunakan untuk menggambarkan emosi yang kompleks dan sulit diungkapkan. Namun, pada kenyataannya, bengik bisa menjadi awal dari perubahan besar dalam hidup kita. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "bengik" sering digunakan dalam kalimat yang alami. Contohnya, "Saya merasa bengik saat harus menghadapi ujian yang sulit", atau "Dia terlihat bengik setelah mendengar kabar buruk tentang pekerjaannya". Melihat contoh-contoh ini, kita dapat melihat bahwa kata "bengik" tidak hanya digunakan dalam konteks negatif, tetapi juga dapat digunakan untuk menggambarkan emosi yang lebih kompleks dan dinamis. Dalam budaya Indonesia modern, kata "bengik" memiliki relevansi yang lebih luas. Dalam beberapa kasus, kata ini digunakan untuk menggambarkan suasana hati yang tidak nyaman atau tidak stabil. Namun, dalam konteks lain, kata "bengik" dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk menghadapi kesulitan dan perubahan. Jadi, jangan ragu untuk menggunakan kata "bengik" dalam kalimat Anda berikutnya!