Arti Kata "berakah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "berakah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

berakah

be·ra·kah kl a 1 sangat pemberani (krn terlalu bangga akan diri sendiri); 2 sombong

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "berakah"

📝 Contoh Penggunaan kata "berakah" dalam Kalimat

1.Dia terlalu berakal untuk mengakui kekalahan timnya sendiri.
2.Sombongnya dia membuat teman-temannya merasa tidak nyaman.
3.Dia dikenal sebagai atlet yang sangat berakal dan selalu siap berkompetisi.
4.Tetapi, keberakalannya membuatnya mengabaikan kebutuhan rekan timnya.
5.Pemimpin yang berakal harus dapat memutuskan dengan cepat dan bijak dalam situasi darurat.

📚 Artikel terkait kata "berakah"

Mengenal Kata 'berakah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "berakah" - Sifat yang Tidak Diinginkan

Kata "berakah" seringkali digunakan untuk menggambarkan sifat seseorang yang terlalu bangga akan diri sendiri. Dalam arti resmi, berakah dapat diartikan sebagai orang yang sangat pemberani karena terlalu bangga akan diri sendiri. Namun, sifat ini tidak selalu diinginkan karena dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman atau bahkan terancam. Dalam sejarah, kata berakah seringkali digunakan untuk menggambarkan para pahlawan atau tokoh yang sangat berani dan pemberani. Mereka dipandang sebagai contoh bagi orang lain karena keberanian dan kegigihan mereka. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, sifat berakah dapat menjadi hambatan bagi seseorang karena dapat membuat mereka sulit menerima kritik atau saran dari orang lain. Contoh penggunaan kata berakah dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: "Dia sangat berakah karena selalu mendapat perhatian dari teman-temannya," atau "Dia tidak bisa menerima kritik dari orang lain karena merasa berakah." Dalam kedua contoh tersebut, kata berakah digunakan untuk menggambarkan sifat seseorang yang terlalu bangga akan diri sendiri dan tidak mau menerima kritik atau saran dari orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, sifat berakah dapat menjadi hambatan bagi seseorang karena dapat membuat mereka sulit menerima kritik atau saran dari orang lain. Oleh karena itu, penting untuk memiliki sifat yang dapat menerima kritik atau saran dari orang lain, seperti sabar dan terbuka. Dengan demikian, seseorang dapat memperbaiki diri dan menjadi lebih baik.