Arti Kata "berat otak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "berat otak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

berat otak

Cakapan (tidak baku) susah hati; rusuh hati

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "berat otak"

📝 Contoh Penggunaan kata "berat otak" dalam Kalimat

1.Dia selalu membuatku bingung dengan berat otaknya yang membuatku tidak tahu harus memilih apa.
2.Dia terus-menerus berbicara tentang hal yang rumit, membuatku merasa sedang menghadapi berat otak yang melelahkan.
3.Saya tak bisa mengatakan dia memiliki berat otak yang tinggi, karena seringkali dia tidak bisa menyelesaikan masalah yang sederhana.
4.Di kelas itu, guru berbicara tentang teori yang kompleks, membuatku merasa seperti menghadapi berat otak yang mustahil.
5.Orangtuaku selalu meminta saya untuk membantu adik saya yang memiliki berat otak yang lemah dalam memahami materi sekolah.

📚 Artikel terkait kata "berat otak"

Mengenal Kata 'berat otak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "berat otak" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "berat otak" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan seseorang yang memiliki pikiran yang kompleks atau emosi yang labil. Kata ini memiliki makna yang tidak baku, tetapi telah menjadi bagian dari bahasa percakapan Indonesia. Dalam konteks sejarah, kata ini mungkin terinspirasi dari istilah "berat pikiran" yang digunakan dalam bahasa Belanda sebagai "zwaar hoofd" atau "zwaarhartig", yang berarti memiliki pikiran yang berat atau kompleks. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "berat otak" sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki emosi yang labil atau sulit diatur. Misalnya, "Dia memiliki **berat otak** karena selalu khawatir tentang hal-hal yang tidak perlu." Atau, "Saya merasa **berat otak** karena harus menghadapi tantangan besar di pekerjaan." Kata ini dapat digunakan dalam konteks yang berbeda-beda, tetapi selalu menggambarkan seseorang yang memiliki pikiran atau emosi yang kompleks. Kata "berat otak" juga memiliki relevansi dengan budaya Indonesia modern. Dalam masyarakat yang semakin kompleks dan dinamis, banyak orang yang merasa **berat otak** karena harus menghadapi tantangan-tantangan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk memiliki strategi dan cara menghadapi tantangan dengan positif, sehingga kita tidak merasa **berat otak** dan lebih fokus dalam mencapai tujuan. Dengan demikian, kita dapat mengembangkan kemampuan untuk menghadapi tantangan dengan lebih baik dan memiliki keseimbangan emosi yang lebih baik.