Arti Kata "bertawan-tawan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bertawan-tawan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bertawan-tawan

ber.ta.wan-ta.wan Klasik Verba (kata kerja) tertahan-tahan (tentang menangis): mendengar berita itu, sang Putri menangis bertawan-tawan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bertawan-tawan"

📝 Contoh Penggunaan kata "bertawan-tawan" dalam Kalimat

1.Pada acara pernikahan, ibu menangis bertawan-tawan melihat putrinya bersanding dengan kekasihnya.
2.Ibu yang mendengar kabar meninggalnya suaminya menangis bertawan-tawan setiap hari.
3.Pada pertunjukan teater, aktris menangis bertawan-tawan menggambarkan peran seorang putri yang ditinggalkan oleh kekasihnya.
4.Ketika putri mendengar kabar kematian ibunya, ia menangis bertawan-tawan dan tidak bisa berhenti menangis.
5.Dalam kisah klasik, sang Putri menangis bertawan-tawan mendengar kabar bahwa kekasihnya telah meninggal.

📚 Artikel terkait kata "bertawan-tawan"

Mengenal Kata 'bertawan-tawan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Bertawan-Tawan" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "bertawan-tawan" adalah salah satu kata baku dalam Bahasa Indonesia yang sering digunakan untuk menggambarkan perasaan sedih, tidak enak, atau tidak puas. Dalam konteks sejarah, kata ini dipopulerkan oleh sastra dan puisi lama, seperti sajak dan cerita rakyat. Dengan demikian, kata "bertawan-tawan" memiliki makna yang lebih mendalam dan kompleks daripada sekadar perasaan sedih.

Penggunaan Kata "Bertawan-Tawan" dalam Kalimat

Kata "bertawan-tawan" sering digunakan dalam kalimat untuk menggambarkan perasaan tidak enak atau tidak puas. Contoh kalimat yang menggunakan kata ini adalah: "Setelah mendengar berita itu, sang Putri menangis bertawan-tawan." Dalam kalimat ini, kata "bertawan-tawan" digunakan untuk menggambarkan perasaan sedih dan tidak enak sang Putri. Contoh lainnya adalah: "Ia merasa bertawan-tawan setelah tahu bahwa rencananya gagal."

Relevansi Kata "Bertawan-Tawan" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "bertawan-tawan" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam situasi-situasi yang membuat kita merasa tidak enak atau tidak puas. Bahkan, kata ini masih sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan masyarakat yang lebih tua. Dalam budaya Indonesia modern, kata "bertawan-tawan" masih memiliki makna yang sama, yaitu menggambarkan perasaan tidak enak atau tidak puas. Dengan demikian, kata "bertawan-tawan" tetap menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang kita gunakan sehari-hari.