Arti Kata "robak-rabik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "robak-rabik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

robak-rabik

ro·bak-ra·bik a robek-robek; koyak-koyak (tt tikar, baju, permadani)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "robak-rabik"

📝 Contoh Penggunaan kata "robak-rabik" dalam Kalimat

1.Selama perjalanan, tikar makanan robak-rabik sehingga harus dibuang.
2.Perlu hati-hati saat membersihkan rumah agar tidak terjadi robak-rabik pada dinding.
3.Saya tidak tahan melihat baju ibu robak-rabik seperti itu, apalagi saat musim hujan.
4.Pembuat tikar harus berhati-hati agar tidak robak-rabik saat menggunakannya.
5.Kasus robak-rabik pada jaring olahraga sepak bola sangat merugikan tim.

📚 Artikel terkait kata "robak-rabik"

Mengenal Kata 'robak-rabik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "robak-rabik" dalam Bahasa Indonesia

Sejarah dan Makna Umum

Kata "robak-rabik" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang spesifik, yaitu "ro·bak-ra·bik a robek-robek; koyak-koyak (tt tikar, baju, permadani)". Kata ini digunakan untuk menggambarkan kondisi suatu benda yang telah robek atau koyak, seperti tikar, baju, atau permadani. Dalam konteks historis, kata ini mungkin digunakan untuk menggambarkan keadaan benda-benda yang rusak atau tidak utuh.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Kata "robak-rabik" dapat digunakan dalam kalimat sebagai berikut: * "Baju saya robak-rabik setelah terjatuh ke tanah." * "Tikar kami robak-rabik karena terpapar sinar matahari langsung." * "Permadani kami robak-rabik dan perlu diganti dengan yang baru."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "robak-rabik" dapat digunakan untuk menggambarkan berbagai situasi, seperti keadaan benda-benda yang rusak atau tidak utuh. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan kondisi suatu benda yang telah robek atau koyak. Selain itu, kata ini juga dapat digunakan dalam konteks lain, seperti dalam menggambarkan keadaan mental atau emosi seseorang yang telah rusak atau tidak utuh.