Arti Kata "besit" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "besit" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

besit

1be·sit, mem·be·sit v menyebat (mencambuk) dng rotan

2be·sit, ter·be·sit a terharu; iba; rawan: hatinya - mendengar berita itu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "besit"

📝 Contoh Penggunaan kata "besit" dalam Kalimat

1.Siswa diajarkan cara membezit kayu dengan tepat untuk mengembangkan keahlian tukang kayu.
2.Guru menghimbau anak didiknya untuk berhati-hati saat membezit kayu agar tidak terluka.
3.Pekerja di pabrik kayu terbiasa membezit kayu dengan rotan untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
4.Di masa lalu, tukang kayu profesional hanya yang diperbolehkan membezit kayu, bukan anak muda biasa.
5.Saat membezit kayu, tukang kayu harus memiliki keahlian yang tinggi dan memperhatikan detail setiap langkah.

📚 Artikel terkait kata "besit"

Mengenal Kata 'besit' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "besit" - Tradisi yang Berasal dari Masa Lalu

Kata "besit" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini memiliki arti yang berhubungan dengan tindakan menyebat atau mencambuk menggunakan rotan. Sejarah kata ini dapat dilihat dari konteks sosial masa lalu, ketika "besit" digunakan sebagai hukuman atau peringatan kepada seseorang yang melanggar norma masyarakat.

Contoh Penggunaan Kata "besit" dalam Kalimat

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "besit" sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Penghulu desa itu pernah digantung di atas pohon menggunakan rotan sebagai tindakan "besit" kepada anak muda yang melanggar aturan." Atau, "Ibu saya pernah "besit" saya ketika saya masih kecil karena saya tidak mau makan sayuran." Dalam kedua contoh kalimat di atas, kata "besit" digunakan untuk menggambarkan tindakan menyebat atau mencambuk sebagai hukuman atau peringatan.

Relevansi Kata "besit" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "besit" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Meskipun hukuman "besit" tidak lagi digunakan secara formal, namun konsepnya masih ada dalam masyarakat. Banyak orang yang masih ingat dengan cerita-cerita tentang "besit" yang digunakan sebagai contoh hukuman kepada anak muda yang melanggar norma. Dalam beberapa kasus, kata "besit" juga digunakan sebagai metafor untuk menggambarkan tindakan menyebat atau mencambuk dalam konteks lain, seperti dalam dunia olahraga atau bisnis.