Arti Kata "bipolaritas" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bipolaritas" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bipolaritas

bi·po·la·ri·tas n Pol sistem perimbangan kekuatan yg menempatkan negara-negara ke dl dua kutub kekuatan yg saling bersaingan dan dipimpin oleh satu kekuatan penentu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bipolaritas"

📝 Contoh Penggunaan kata "bipolaritas" dalam Kalimat

1.Dalam sistem internasional, bipolaritas antara Amerika Serikat dan Uni Soviet telah menentukan kebijakan luar negeri beberapa dekade lalu.
2.Pengertian bipolaritas dalam ilmu politik membantu memahami hubungan antarnegara di era Cold War.
3.Dalam sejarah, bipolaritas antara Kekaisaran Romawi dan Kekaisaran Persia telah mengubah dinamika kekuatan di wilayah Timur Tengah.
4.Dalam konteks sosial, bipolaritas antara kaya dan miskin masih menjadi masalah yang memerlukan perhatian dan solusi.
5.Dalam psikologi, bipolaritas menyiratkan adanya dua sisi kepribadian yang berlawanan dalam satu individu.

📚 Artikel terkait kata "bipolaritas"

Mengenal Kata 'bipolaritas' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Bipolaritas" dalam Dunia Internasional

Asal Mula dan Makna Umum "Bipolaritas"

Bipolaritas merupakan istilah yang berasal dari bahasa Inggris dan berarti sistem perimbangan kekuatan yang menempatkan negara-negara ke dalam dua kutub kekuatan yang saling bersaingan dan dipimpin oleh satu kekuatan penentu. Konsep ini pertama kali muncul pada akhir Perang Dingin, ketika dunia internasional mengalami perubahan signifikan dalam politik dan kekuatan dunia. Negara-negara Barat dan Uni Soviet berada pada posisi kutub utama, dengan Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai kekuatan penentu yang berbeda.

Penggunaan "Bipolaritas" dalam Konteks Sejarah

Bipolaritas memiliki penggunaan yang luas dalam konteks sejarah dan politik. Contohnya, pada tahun 1945, Amerika Serikat dan Uni Soviet memainkan peran penting dalam pembentukan Liga Bangsa-Bangsa, organisasi internasional yang berusaha untuk mencegah perang di seluruh dunia. Peran ini menunjukkan bagaimana bipolaritas dapat mempengaruhi arah politik dan kekuatan dunia. Selain itu, konsep ini juga digunakan untuk menjelaskan peran kedua kekuatan besar dalam Perang Dingin, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet, yang berada pada posisi kutub utama dan mempengaruhi kebijakan negara-negara lain.

Relevansi "Bipolaritas" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Bipolaritas juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks internasional. Dalam era globalisasi, negara-negara kecil dan besar saling bergantung satu sama lain dalam hal ekonomi, politik, dan keamanan. Oleh karena itu, pengertian "bipolaritas" dapat membantu individu memahami bagaimana negara-negara besar dapat mempengaruhi kebijakan kecil dan besar. Selain itu, konsep ini juga dapat digunakan sebagai alat analisis dalam memahami proses politik dan keamanan di tingkat internasional.