Arti Kata "biduk lalu" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "biduk lalu" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

biduk lalu

Peribahasa orang yang berkelahi atau bertengkar yang akhirnya berbaik dan berkumpul kembali (tentang orang ramai berkumpul)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "biduk lalu"

📝 Contoh Penggunaan kata "biduk lalu" dalam Kalimat

1.Setelah bertengkar sehari, mereka akhirnya berkumpul kembali menjadi biduk lalu.
2.Pada malam itu, ribuan warga berkumpul menjadi biduk lalu, berharap terdengar kabar baik dari pemerintah.
3.Dalam peribahasa, "biduk lalu" menggambarkan kehidupan masyarakat yang harmonis.
4.Tidak lama setelah konflik, para pemimpin negara akhirnya bersedia menjadi biduk lalu dan mengadakan perundingan damai.
5.Ketika musim hujan tiba, warga desa berkumpul menjadi biduk lalu untuk merayakan festival tahunan mereka.

📚 Artikel terkait kata "biduk lalu"

Mengenal Kata 'biduk lalu' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "biduk lalu" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "biduk lalu" merupakan salah satu peribahasa yang populer dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, "biduk lalu" menggambarkan situasi di mana orang-orang yang berkelahi atau bertengkar akhirnya berbaik dan berkumpul kembali. Konsep ini juga dapat merujuk pada situasi di mana orang-orang yang pada awalnya terpisah dan terpecah menjadi satu kembali, seperti dalam konteks masyarakat yang berkumpul. Peribahasa "biduk lalu" memiliki latar belakang yang kaya dalam sejarah dan budaya Indonesia. Dalam zaman dahulu, "biduk lalu" merujuk pada situasi di mana kapal-kapal yang berlayar di laut terdengar suara gong-gongan yang berulang-ulang, menandakan bahwa kapal-kapal tersebut telah berkumpul kembali. Konsep ini kemudian berkembang menjadi peribahasa yang digunakan untuk menggambarkan situasi di mana orang-orang yang berbeda dapat menjadi satu kembali. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "biduk lalu" dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, kita dapat mengatakan "Setelah berkelahi, pasangan itu akhirnya berbaik dan berkumpul kembali, seperti biduk lalu yang kembali bersama-sama." Atau, "Ketika masyarakat berkumpul kembali setelah perdebatan, itu seperti biduk lalu yang kembali bersatu." Dengan kata "biduk lalu", kita dapat menggambarkan situasi yang kompleks dan menunjukkan bahwa bahkan dari kebencian dan perdebatan, kita dapat menjadi satu kembali. Kata "biduk lalu" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam era digital, kita seringkali terpecah-pecah menjadi komunitas-komunitas kecil yang terpisah. Namun, dengan kata "biduk lalu", kita dapat mengingatkan diri kita bahwa kita dapat menjadi satu kembali, seperti kapal-kapal yang berkumpul kembali di laut. Dengan demikian, kita dapat membangun komunikasi yang lebih baik dan menjadi satu kembali sebagai masyarakat yang lebih harmonis.

Kata yang Mirip

biduk lalu kiambang bertaut