Arti Kata "hirap" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hirap" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hirap

hi·rap v hilang: rasa gembiranya lenyap bagai kabut -- diburu sinar matahari pagi;
meng·hi·rap v menghilang; bersembunyi; melenyapkan diri: ia ~ di dl kerumunan orang banyak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hirap"

📝 Contoh Penggunaan kata "hirap" dalam Kalimat

1.Rasa gembiranya lenyap bagai kabut ketika cuaca mendung menghampiri kota.
2.Dia harus menghilang dari pandangan orang tua sebelum mereka menemukannya.
3.Pada hari itu, perasaan bahagia menghilang dari wajahnya karena kekecewaan.
4.Kehadiran sang penipu menghilang dalam sekejap ketika polisi menangkapnya.
5.Ketika cuaca cerah, rasa sedih menghilang dari hati para pengungsi yang kembali ke rumah.

📚 Artikel terkait kata "hirap"

Mengenal Kata 'hirap' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "hirap" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "hirap" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi apakah Anda tahu apa artinya secara resmi? Kata "hirap" dalam arti resmi berarti hilangnya rasa gembiranya, seperti kabut yang lenyap di bawah sinar matahari pagi. Dalam konteks sosial, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi yang sulit atau berat. Dalam sejarah, kata "hirap" dipengaruhi oleh bahasa Belanda, yaitu "hijgraap", yang memiliki arti serupa. Namun, dalam bahasa Indonesia, kata ini telah berkembang menjadi bagian dari kebudayaan dan bahasa sehari-hari. Kata "hirap" sering digunakan dalam berbagai konteks, termasuk dalam kalimat yang menggambarkan rasa lelah atau putus asa. Contoh Penggunaan Kata "hirap" - Saya merasa hirap setelah mengerjakan proyek besar selama beberapa minggu. - Ia menghilang dari perhatian saya, sehingga saya merasa hirap mencari dia. - Setelah kehilangan harta bendanya, ia merasa hirap dan putus asa. Kata "hirap" memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi tantangan atau kesulitan. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan dalam konteks yang berbeda, seperti dalam menggambarkan rasa lelah atau putus asa. Namun, pada dasarnya, kata "hirap" tetap mengandung makna yang sama, yaitu hilangnya rasa gembiranya atau kehilangan semangat.