Arti Kata "biduk lalu kiambang bertaut" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "biduk lalu kiambang bertaut" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

biduk lalu kiambang bertaut

Peribahasa lekas berbaik atau berkumpul kembali (seperti perselisihan antara sanak keluarga)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "biduk lalu kiambang bertaut"

📝 Contoh Penggunaan kata "biduk lalu kiambang bertaut" dalam Kalimat

1.Setelah berpisah lama, keluarga mereka akhirnya bertemu kembali, seperti biduk lalu kiambang bertaut.
2.Perayaan ulang tahun adikku menjadi kesempatan bagi kami untuk berbaik dan berkumpul kembali, seperti biduk lalu kiambang bertaut.
3.Penggalangan dana untuk korban bencana mempererat hubungan masyarakat, seperti biduk lalu kiambang bertaut.
4.Setelah beberapa bulan berdebat, pasangan muda akhirnya mencapai kesepakatan, seperti biduk lalu kiambang bertaut.
5.Kedatangan mantan teman sekolah menjadi kesempatan bagi kami untuk berbaik dan berkumpul kembali, seperti biduk lalu kiambang bertaut.

📚 Artikel terkait kata "biduk lalu kiambang bertaut"

Mengenal Kata 'biduk lalu kiambang bertaut' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "biduk lalu kiambang bertaut" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "biduk lalu kiambang bertaut" adalah salah satu peribahasa yang populer di Indonesia. Maknanya adalah "lekas berbaik atau berkumpul kembali", seperti pada perselisihan antara sanak keluarga. Peribahasa ini memiliki konteks historis yang menarik, karena pada masa lalu, perselisihan antara keluarga seringkali terjadi dan sulit diselesaikan.

Penggunaan dalam Konteks Sehari-Hari

Kata "biduk lalu kiambang bertaut" sering digunakan dalam kalimat yang alami, seperti "Perselisihan antara saudara lama ini akhirnya bisa diselesaikan setelah mereka bertemu dan berbicara secara terbuka. Sekarang mereka sudah seperti biasa, dan itu semua karena mereka mau berbaik-baik." Dalam contoh ini, kata "biduk lalu kiambang bertaut" digunakan untuk menggambarkan proses perselisihan yang diselesaikan dan hubungan yang dipulihkan.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "biduk lalu kiambang bertaut" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks keluarga. Banyak perselisihan antara keluarga yang bisa diselesaikan dengan cara berbaik-baik dan berbicara secara terbuka. Oleh karena itu, peribahasa ini masih sangat penting untuk diingat dan dipahami. Selain itu, kata "biduk lalu kiambang bertaut" juga bisa digunakan dalam konteks lain, seperti perselisihan antara rekan kerja atau teman yang bisa diselesaikan dengan cara yang sama. Peribahasa "biduk lalu kiambang bertaut" adalah sebuah inspirasi dan motivasi untuk kita semua, terutama dalam mencari solusi untuk perselisihan yang terjadi. Dengan memahami makna peribahasa ini, kita bisa lebih mudah menyelesaikan masalah dan membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain. Jadi, mari kita ingat dan gunakan peribahasa "biduk lalu kiambang bertaut" dalam kehidupan sehari-hari kita!