Arti Kata "bentangkan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bentangkan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bentangkan

ben·tang·kan n denda adat krn berzina atau mengingkari janji perkawinan (pd suku Dayak)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bentangkan"

📝 Contoh Penggunaan kata "bentangkan" dalam Kalimat

1.Bapak itu mengajak anak-anaknya untuk bentangkan bendera di lapangan sekolah.
2.Ibu meminta adiknya untuk bentangkan handuk di atas gantungan baju.
3.Pada hari ulang tahun, mereka ingin bentangkan lentera di taman.
4.Masyarakat setempat membentangkan tenda untuk menyambut festival tahunan.
5.Siswa diharapkan dapat bentangkan peta skala besar atas meja mereka.

📚 Artikel terkait kata "bentangkan"

Mengenal Kata 'bentangkan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Bentangkan" - Makna dan Penggunaannya dalam Budaya

Kata "bentangkan" seringkali diasosiasikan dengan tindakan meluaskan atau menyebarluaskan sesuatu. Namun, dalam konteks budaya dan adat istiadat suku Dayak, "bentangkan" memiliki makna yang lebih khusus. Dalam bahasa Indonesia, "bentangkan" berarti menjalankan denda adat karena melakukan zina atau mengingkari janji perkawinan.

Makna dan Konteks Sejarah

Dalam budaya suku Dayak, "bentangkan" merupakan suatu bentuk hukuman adat yang dikenakan kepada seseorang yang melakukan perbuatan tidak pantas atau melanggar norma sosial. Perbuatan zina atau mengingkari janji perkawinan dianggap sangat serius dan dapat menimbulkan kerusakan pada masyarakat. Oleh karena itu, "bentangkan" merupakan cara untuk membentuk kembali nilai-nilai sosial dan menjaga keharmonisan dalam masyarakat.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Kata "bentangkan" dapat digunakan dalam kalimat yang alami seperti: * "Ia harus menjalani bentangkan karena melakukan zina dengan saudarinya." * "Perempuan itu mengingkari janji perkawinannya, sehingga dia harus menjalani bentangkan sebagai hukuman." * "Dalam budaya suku Dayak, bentangkan masih dilakukan sebagai cara untuk menjaga keharmonisan dalam masyarakat."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Meskipun kata "bentangkan" memiliki makna yang khusus dalam budaya suku Dayak, namun masih relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa kasus, hukuman adat masih dilakukan sebagai cara untuk membentuk kembali nilai-nilai sosial dan menjaga keharmonisan dalam masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan konteks sejarah dari kata "bentangkan" dalam budaya suku Dayak.