Arti Kata "bulu mata melihat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bulu mata melihat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bulu mata melihat

Kiasan merasa benci (jijik, tidak suka) melihat; kepala sama -, pendapat berlain-lainan, Peribahasa setiap orang berlainan pendapatnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bulu mata melihat"

📝 Contoh Penggunaan kata "bulu mata melihat" dalam Kalimat

1.bulu mata melihat orang lain sengaja menumpahkan minyak goreng di jalan.
2.Pernahkah kamu merasa bulu mata melihat melihat temanmu mengkritik kebiasaanmu tanpa alasan yang jelas?
3.Dalam novel tersebut, bulu mata melihat kehidupan masyarakat yang masih membiarkan kemiskinan berlanjut.
4.Saya melihat rekan saya bulu mata melihat keadaan kantor yang masih belum disiapkan untuk perayaan ulang tahun.
5.Di masyarakat, bulu mata melihat ada orang yang menolak membantu sesama karena alasan keuangan.

📚 Artikel terkait kata "bulu mata melihat"

Mengenal Kata 'bulu mata melihat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Bulu Mata Melihat" - Inspirasi dan Motivasi

Kata bulu mata melihat adalah salah satu contoh peribahasa dalam bahasa Indonesia yang menggambarkan situasi ketika setiap orang memiliki pendapat yang berbeda-beda. Kata ini biasanya digunakan untuk menggambarkan kejadian ketika ada perbedaan pendapat atau pandangan antara orang-orang. Makna umum dari kata bulu mata melihat adalah bahwa setiap orang memiliki mata yang berbeda dan melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Oleh karena itu, tidak ada yang bisa mengatakan bahwa orang lain memiliki cara melihat yang lebih benar atau lebih salah. Peribahasa ini juga menggambarkan bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk memiliki pendapat sendiri dan tidak perlu dipaksa untuk setuju dengan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kata bulu mata melihat sering digunakan untuk menggambarkan situasi ketika ada perbedaan pendapat atau pandangan antara orang-orang. Misalnya, "Setiap orang punya pendapatnya sendiri, jadi tidak ada yang bisa mengatakan bahwa yang lain bulu mata melihat." Atau, "Orang-orang memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang hal itu, karena setiap bulu mata melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda." Dalam budaya Indonesia modern, kata bulu mata melihat masih sangat relevan. Dengan adanya kemajuan teknologi dan media sosial, orang-orang memiliki akses yang lebih luas untuk berbagi pendapat dan pandangan mereka. Namun, perbedaan pendapat dan pandangan masih ada dan masih menjadi hal yang umum dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dari kata bulu mata melihat dan untuk menghargai kebebasan setiap orang untuk memiliki pendapat sendiri.