Arti Kata "bungkuk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bungkuk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bungkuk

bung·kuk a melengkung punggungnya;
-- baru betul, (buta baru celik), pb orang hina (miskin) yg menjadi mulia (kaya) sehingga berbuat yg bukan-bukan; -- sejengkal tidak terkedang, pb tidak mau mendengar kata orang; keras kepala; udang tak tahu -- nya, pb tidak tahu akan kekurangan dirinya;
-- sabut bungkuk spt sabut buah kelapa (tt orang tua yg sudah bungkuk); -- udang bungkuk krn melengkung tulang belakangnya (juga pd orang muda);
mem·bung·kuk v menunduk dng mengelukkan punggung: ia - memberi hormat kpd gurunya;
mem·bung·kuk-bung·kuk v 1 membungkuk; merunduk-runduk: ia - di antara pohon-pohon teh supaya tidak kelihatan; 2 ki sangat merendahkan diri; sangat hormat: tidak sudi aku - thd kaum penjajah;
ter·bung·kuk-bung·kuk v dng membungkuk-bungkuk: ia berjalan - menahan sakit perut

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bungkuk"

📝 Contoh Penggunaan kata "bungkuk" dalam Kalimat

1.Ia membungkuk untuk memberi hormat kepada gurunya yang datang.
2.Rumah bungkuk spt sabut buah kelapa telah terbiar beberapa tahun.
3.Saya sangat bingung, mengapa ia memilih untuk menjadi seorang atlet, padahal ia bungkuk.
4.Dia terbungkuk-bungkuk saat berjalan, menahan sakit perut yang sangat terasa.
5.Pada masa lalu, orang miskin yang menjadi kaya seringkali bungkuk dan sombong.

📚 Artikel terkait kata "bungkuk"

Mengenal Kata 'bungkuk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Bungkuk" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "bungkuk" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan perilaku atau keadaan seseorang yang merunduk atau melengkung punggungnya. Namun, sejarah kata ini lebih kompleks dan memiliki konotasi sosial yang menarik. Dalam konteks historis, kata "bungkuk" digunakan untuk menggambarkan orang tua yang sudah tua dan lesu, atau orang miskin yang menjadi kaya dan berubah menjadi sombong. Namun, seiring perkembangan zaman, konotasi kata "bungkuk" telah berubah menjadi lebih luas dan kompleks. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan orang yang sangat hormat atau merendahkan diri. Misalnya, "Ia bungkuk-bungkuk memberi hormat kepada gurunya" atau "Ia sangat bungkuk saat mendengar kata orang tua".

Contoh Penggunaan Kata "Bungkuk" dalam Kalimat Alami

Berdasarkan kamus, kata "bungkuk" dapat digunakan dalam berbagai konteks. Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata "bungkuk" dalam arti resmi: - "Ia bungkuk melengkung punggungnya saat memberi hormat kepada orang tua." - "Ia sangat bungkuk saat mendengar kritikan dari temannya." - "Ia bungkuk-bungkuk berjalan menahan sakit perutnya."

Bungkuk dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "bungkuk" dapat digunakan untuk menggambarkan perilaku atau keadaan seseorang yang sangat hormat atau merendahkan diri. Hal ini dapat terlihat dalam beberapa contoh di atas. Dalam budaya Indonesia modern, kata "bungkuk" juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti menggambarkan seseorang yang sangat menghormati atasan atau orang yang lebih tua. Dalam keseluruhan, kata "bungkuk" memiliki makna yang kompleks dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dengan memahami makna dan konotasi kata ini, kita dapat menggunakan kata "bungkuk" dengan lebih tepat dan efektif dalam kehidupan sehari-hari.