Arti Kata "buntar" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "buntar" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

buntar

bun·tar a bundar;
-- bayang-bayang tengah hari benar ketika matahari tepat di atas kepala sehingga bayang-bayang kelihatan bundar; -- membayang buntar bayang-bayang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "buntar"

📝 Contoh Penggunaan kata "buntar" dalam Kalimat

1.Di tengah hari, matahari berada di atas kepala, sehingga bayang-bayang menjadi buntar.
2.Pada posisi matahari tepat di atas, bayang-bayang seseorang akan membentuk buntar.
3.Pengamatan astronomi menunjukkan bahwa bayang-bayang matahari akan membentuk buntar saat matahari berada di atas.
4.Dalam ilmu fotografi, bayang-bayang yang membentuk buntar sering digunakan sebagai acuan untuk mengetahui waktu matahari tepat di atas.
5.Pada pukul 12 siang, matahari berada di atas, sehingga bayang-bayang orang-orang di sekitar membentuk buntar.

📚 Artikel terkait kata "buntar"

Mengenal Kata 'buntar' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Buntar" - Inspirasi dari Cahaya Tengah Hari

Kata "buntar" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, "buntar" merujuk pada bayang-bayang tengah hari yang terbentuk ketika matahari tepat di atas kepala, sehingga bayang-bayang kelihatan bundar. Dalam konteks sejarah, kata ini telah digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan fenomena ini. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "buntar" sering digunakan untuk menggambarkan situasi ketika seseorang merasakan teriknya sinar matahari langsung. Contoh kalimat yang menggunakan kata "buntar" antara lain: "Saya harus mencari tempat yang teduh karena sinar matahari buntar sangat terik." atau "Kita harus memakai topi untuk melindungi diri dari sinar matahari buntar." Kata "buntar" juga memiliki relevansi dengan kehidupan sehari-hari di Indonesia. Dalam budaya Jawa, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan momen ketika matahari mencapai titik tertinggi di langit. Dalam konteks ini, kata "buntar" memiliki makna yang lebih luas, melampaui hanya menggambarkan bayang-bayang tengah hari. Dengan demikian, kata "buntar" menjadi simbol dari kehidupan yang dinamis dan penuh dengan perubahan. Dalam beberapa kalimat lain, kata "buntar" digunakan untuk menggambarkan efek sinar matahari langsung, seperti: "Sinar matahari buntar membuat saya merasa lelah." atau "Kita harus berhati-hati saat berada di luar ruangan karena sinar matahari buntar dapat menyebabkan kerusakan kulit." Dalam semua kasus ini, kata "buntar" memiliki makna yang jelas dan efektif dalam menggambarkan fenomena alam yang kompleks. Dalam kesimpulan, kata "buntar" menjadi simbol dari kehidupan yang dinamis dan penuh dengan perubahan. Dengan makna yang unik dan relevansi yang luas, kata ini menjadi salah satu kata yang paling penting dalam bahasa Indonesia.