Arti Kata "caturwulan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "caturwulan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

caturwulan

ca·tur·wu·lan n empat bulan: dijumpai anak kelas II SD di ketiga yg hanya bisa membaca alfabet

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "caturwulan"

📝 Contoh Penggunaan kata "caturwulan" dalam Kalimat

1.caturwulan adalah periode yang tepat untuk mengevaluasi kemajuan siswa kecil.
2.Pada caturwulan ini, anak kelas II SD telah belajar membaca alfabet dengan baik.
3.Dalam tradisi Jawa, caturwulan dianggap sebagai waktu yang berharga untuk memperbarui dan memulihkan diri.
4.Rencana kerja saya untuk caturwulan ini adalah menyelesaikan proyek utama dan mengevaluasi kemajuan tim.
5.Pada caturwulan terakhir tahun ini, saya akan menargetkan penjualan yang lebih tinggi daripada tahun sebelumnya.

📚 Artikel terkait kata "caturwulan"

Mengenal Kata 'caturwulan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "caturwulan" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis Sosial

Kata caturwulan sering digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari, terutama dalam kalangan masyarakat pedesaan. Secara umum, caturwulan berarti empat bulan, tetapi dalam konteks historis sosial, kata ini memiliki makna yang lebih dalam. Pada masa lalu, caturwulan sering digunakan sebagai satuan waktu untuk mengukur masa kecil anak-anak, seperti ketika seorang anak mencapai usia 4 tahun atau 8 tahun.

Penggunaan Kata dalam Kalimat yang Alami

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata caturwulan digunakan dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Anak ini sudah mencapai usia caturwulan, dia sudah bisa membaca alfabet." Atau, "Dalam tradisi masyarakat lokal, caturwulan dianggap sebagai masa keemasan bagi anak-anak." Contoh lain, "Anak kelas II SD baru saja mencapai usia caturwulan, dia sudah bisa membaca buku sederhana."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-hari atau Budaya Indonesia Modern

Secara relevan, kata caturwulan masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks kebudayaan Indonesia modern. Misalnya, dalam tradisi adat istiadat, caturwulan masih digunakan sebagai satuan waktu untuk mengukur masa kecil anak-anak. Selain itu, kata caturwulan juga sering digunakan dalam kalimat yang bermakna positif, seperti "Masa caturwulan adalah masa keemasan bagi anak-anak."