Arti Kata "daging gajah sama dilapah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "daging gajah sama dilapah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

daging gajah sama dilapah

Peribahasa banyak sama banyak, sedikit sama sedikit; adil

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "daging gajah sama dilapah"

📝 Contoh Penggunaan kata "daging gajah sama dilapah" dalam Kalimat

1.Dalam kehidupan sehari-hari, pemerintah menjalankan kebijakan daging gajah sama dilapah, sehingga seluruh masyarakat merasakan manfaatnya.
2.Masyarakat setempat mengatakan bahwa keadilan telah terwujud karena pemerintah melaksanakan kebijakan daging gajah sama dilapah.
3.Banyak orang menganggap bahwa kebijakan daging gajah sama dilapah adalah contoh keadilan yang ideal dalam pemerintahan.
4.Seorang guru memberikan contoh daging gajah sama dilapah untuk menjelaskan konsep keadilan kepada murid-muridnya.
5.Pemerintah harus menerapkan kebijakan daging gajah sama dilapah agar tidak ada warga miskin di tengah-tengah kekayaan yang melimpah.

📚 Artikel terkait kata "daging gajah sama dilapah"

Mengenal Kata 'daging gajah sama dilapah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Daging Gajah Sama Dilapah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "daging gajah sama dilapah" merupakan peribahasa dalam Bahasa Indonesia yang memiliki makna yang sangat mendalam. Peribahasa ini secara umum berarti bahwa jika kita melakukan sesuatu, maka hasilnya akan sesuai dengan apa yang telah kita lakukan. Jadi, jika kita melakukan sesuatu dengan baik, maka hasilnya akan baik pula. Sebaliknya, jika kita melakukan sesuatu dengan buruk, maka hasilnya akan buruk pula. Dalam konteks historis, kata "daging gajah sama dilapah" mungkin berasal dari cara mengolok-olok gajah yang sedang lapah (dapat dimakan karena lapar) di hutan. Gajah lapah adalah gajah yang sudah tua dan kurang makanan, sehingga tubuhnya menipis seperti kulit yang dilapah. Jadi, jika kita ingin mendapatkan hasil yang baik, maka kita harus melakukan sesuatu dengan baik, seperti memakan makanan yang cukup agar tubuh kita tetap sehat. Penggunaan kata "daging gajah sama dilapah" dalam kalimat yang alami dapat dilihat dari beberapa contoh berikut. "Dia selalu berusaha keras dalam pekerjaannya, sehingga ia bisa mendapatkan hasil yang baik seperti yang diharapkan. Ini membuktikan bahwa 'daging gajah sama dilapah', yaitu jika kita melakukan sesuatu dengan baik, maka hasilnya akan baik pula." Dalam kalimat ini, kita dapat melihat bahwa penggunaan kata "daging gajah sama dilapah" memberikan makna bahwa hasil yang baik dapat diperoleh dengan melakukan sesuatu dengan baik. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "daging gajah sama dilapah" masih sangat relevan. Dalam budaya Indonesia modern, kita seringkali mendengar kata-kata bijak yang berkaitan dengan peribahasa ini. Misalnya, "Jangan harap hasilnya baik jika kamu tidak mau berusaha keras." Ini adalah contoh dari kata-kata bijak yang berkaitan dengan peribahasa "daging gajah sama dilapah". Jadi, jika kita ingin mendapatkan hasil yang baik, maka kita harus melakukan sesuatu dengan baik dan berusaha keras.