Arti Kata "debitor" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "debitor" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

debitor

de·bi·tor /débitor/ ? debitur

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "debitor"

📝 Contoh Penggunaan kata "debitor" dalam Kalimat

1.Pada kesempatan ini, perusahaan harus berhati-hati dalam menangani debitur yang tidak mau membayar utangnya.
2.Pemerintah telah memutuskan untuk memulai program untuk membantu debitur yang mengalami kesulitan keuangan.
3.Dalam proses perbankan, debitur harus melunasi utangnya sebelum tanggal jatuh tempo agar tidak dianggap tidak mau membayar.
4.Sebagai penasihat hukum, saya merekomendasikan agar debitur tidak melakukan transaksi yang tidak sah untuk menghindari masalah hukum.
5.Saya tidak ingin menjadi debitur yang tidak bisa membayar tagihan bulanan, sehingga saya harus berhemat untuk mencapai tujuan keuangan saya.

📚 Artikel terkait kata "debitor"

Mengenal Kata 'debitor' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Debitor" - Kunci Sukses dalam Manajemen Keuangan

Kata debitor memiliki makna umum sebagai seseorang atau entitas yang berhutang kepada pihak lain. Konsep ini telah ada sejak zaman kuno, ketika orang-orang menggunakan sistem perhitungan yang rumit untuk mengelola hutang dan piutang. Dalam konteks sosial, debitor seringkali dianggap sebagai orang yang tidak dapat memenuhi kewajibannya, namun makna ini dapat berbeda-beda tergantung pada konteksnya.

Penggunaan kata debitor dalam kalimat alami dapat dilihat dalam beberapa contoh berikut. "Perusahaan debitor yang tidak membayar utangnya telah diproses oleh pengadilan." Dalam kalimat ini, perusahaan debitor dianggap sebagai pihak yang tidak dapat memenuhi kewajibannya. Contoh lainnya adalah "Saya adalah debitor yang harus membayar utangnya kepada teman saya." Dalam kalimat ini, saya dianggap sebagai pihak yang berhutang kepada teman saya.

Dalam kehidupan sehari-hari, pengertian debitor sangat relevan, terutama dalam manajemen keuangan. Orang-orang yang meminjam uang, seperti pelajar atau pekerja, dapat dianggap sebagai debitor yang harus membayar kembali utangnya. Bahkan, beberapa perusahaan juga menggunakan sistem debitor untuk mengelola hutang dan piutang mereka. Dalam budaya Indonesia modern, pengertian debitor juga dapat dilihat dalam beberapa istilah, seperti "debitor utang" atau "debitor pinjaman".