Arti Kata "Rabiulakhir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "Rabiulakhir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Rabiulakhir

Ra·bi·ul·a·khir n bulan ke-4 tahun Hijriah (29 hari)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "Rabiulakhir"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "Rabiulakhir" dalam Kalimat

1.Bulan Rabiulakhir dipenuhi dengan kegiatan ibadah, seperti shalat dan puasa. Pada bulan Rabiulakhir tahun lalu, beberapa daerah di Indonesia melaksanakan shalat Sunah Tarawih secara bersamaan.

πŸ“š Artikel terkait kata "Rabiulakhir"

Mengenal Kata 'rabiulakhir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "rabiulakhir" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "rabiulakhir" sering kali tidak asing bagi masyarakat Muslim di Indonesia. Namun, apakah Anda sudah tahu apa arti dan makna sebenarnya dari kata ini? Dalam bahasa Indonesia, kata "rabiulakhir" memiliki arti resmi sebagai "RaΒ·biΒ·ulΒ·aΒ·khir n bulan ke-4 tahun Hijriah (29 hari)". Dalam konteks historis, bulan ke-4 tahun Hijriah ini merupakan salah satu dari 12 bulan dalam kalender Hijriah, yang digunakan untuk menghitung waktu dan tanggal dalam kalender Islam. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "rabiulakhir" sering kali digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Di bulan rabiulakhir, saya ingin berpuasa dan mengikuti ibadah lainnya untuk memperkuat imanku." Atau, "Saya akan menghadiahkan buku tentang sejarah Islam kepada teman saya, yang sedang belajar tentang bulan rabiulakhir." Contoh lainnya adalah, "Pada bulan rabiulakhir, kami akan mengadakan acara besar untuk merayakan hari raya Idul Fitri." Kata "rabiulakhir" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi masyarakat Muslim. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering kali digunakan dalam konteks ibadah dan kegiatan lainnya yang terkait dengan agama Islam. Misalnya, "Saya akan mengikuti pelatihan tentang cara berdoa di bulan rabiulakhir, agar saya bisa meningkatkan kualitas ibadah saya." Atau, "Kami akan mengadakan lomba tulis untuk menggambarkan kehidupan di bulan rabiulakhir, sebagai bagian dari rangkaian acara perayaan Idul Fitri."