Arti Kata "depolarisasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "depolarisasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

depolarisasi

de·po·la·ri·sa·si /dépolarisasi/ n penetralan keadaan polar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "depolarisasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "depolarisasi" dalam Kalimat

1.Dalam proses politik, depolarisasi berarti menciptakan suasana yang lebih santai dan terbuka untuk diskusi.
2.Pemerintah melakukan upaya depolarisasi dengan mengadakan pertemuan antar partai politik untuk mencari kesepakatan.
3.Dalam bidang ilmu pengetahuan, depolarisasi magnetik adalah proses perubahan polaritas magnetik suatu bahan.
4.Upaya depolarisasi dalam masyarakat melibatkan kegiatan sosial yang mendukung integrasi dan toleransi.
5.Pendidikan yang efektif dapat membantu siswa untuk mengalami proses depolarisasi dalam menumbuhkan pemikiran kritis dan objektif.

📚 Artikel terkait kata "depolarisasi"

Mengenal Kata 'depolarisasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Depolarisasi" - Pentenralan Keadaan Polar dalam Konteks Modern

Dalam bahasa Indonesia, kata "depolarisasi" memiliki makna yang sangat spesifik dan terkait dengan konsep penetralan keadaan polar. Istilah ini telah berkembang dalam konteks sosial dan politik di Indonesia, terutama dalam masa transisi demokratisasi pada tahun 1990-an. Pada saat itu, kata depolarisasi digunakan untuk menggambarkan proses penghilangan perbedaan antara kelompok-kelompok yang memiliki pandangan politik dan ideologi yang sangat berbeda. Hasilnya, masyarakat dapat hidup lebih harmonis dan damai. Kata depolarisasi juga digunakan dalam konteks lainnya, seperti dalam bidang psikologi. Dalam psikologi, depolarisasi merujuk pada proses melepaskan emosi negatif dan meningkatkan kesadaran diri. Contoh penggunaan kata depolarisasi dalam kalimat yang alami adalah: "Setelah mengikuti sesi meditasi, saya merasa bahwa diri saya telah mengalami depolarisasi dan lebih tenang." "Dengan melakukan depolarisasi, individu dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan mengatasi stres." Dalam kehidupan sehari-hari, depolarisasi memiliki relevansi yang sangat penting. Dalam masyarakat yang maju, depolarisasi dapat membantu meningkatkan kesadaran diri dan mengurangi konflik. Dalam konteks Indonesia, depolarisasi dapat membantu mengurangi perbedaan antara kelompok yang memiliki latar belakang budaya, agama, dan politik yang berbeda. Dengan demikian, masyarakat dapat hidup lebih harmonis dan damai.