Arti Kata "detak jantung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "detak jantung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

detak jantung

denyut jantung; debar jantung

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "detak jantung"

📝 Contoh Penggunaan kata "detak jantung" dalam Kalimat

1.detak jantung pasien meningkat saat melihat keluarganya.
2.Denyut jantung normal bagi orang dewasa adalah 60-100 kali per menit.
3.Di dalam film itu, detak jantung pemeran utama semakin cepat saat menemui musuhnya.
4.Pengukuran detak jantung adalah salah satu cara untuk menilai kondisi kesehatan seseorang.
5.Dalam berolahraga, detak jantung yang meningkat dapat mengindikasikan adanya peningkatan kebugaran tubuh.

📚 Artikel terkait kata "detak jantung"

Mengenal Kata 'detak jantung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "detak jantung" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "detak jantung" merupakan istilah yang umum digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan denyut jantung. Istilah ini telah berkembang sejak zaman kuno, ketika manusia masih belum memahami dengan baik fungsi sistem kardiovaskular tubuh. Pada masa itu, denyut jantung dianggap sebagai simbol kehidupan dan kekuatan. Kita dapat melihat penggunaan kata "detak jantung" dalam konteks kehidupan sehari-hari, seperti dalam kalimat: "Ketika melihat kekasihnya, detak jantungnya mulai berdenyut cepat." atau "Musik yang indah membuat detak jantungnya berdebar." Dalam kedua contoh kalimat tersebut, kata "detak jantung" digunakan untuk menggambarkan perasaan dan emosi seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "detak jantung" memiliki relevansi yang signifikan. Banyak orang yang mengalami stres dan tekanan, sehingga detak jantung mereka menjadi tidak teratur. Dalam budaya Indonesia modern, ada banyak cara untuk mengatur detak jantung dan menghilangkan stres, seperti melakukan yoga, meditasi, atau berolahraga. Dengan mengatur detak jantung, kita dapat meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan kesehatan mental dan fisik.