Arti Kata "detensi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "detensi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

detensi

de·ten·si /déténsi/ n penahanan; penawanan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "detensi"

📝 Contoh Penggunaan kata "detensi" dalam Kalimat

1.Pemimpin pemberontakan ditangkap dengan alasan detensi karena melakukan kejahatan terhadap negara.
2.Mahkamah menetapkan hukuman detensi lima tahun bagi pelaku tindakan kekerasan terhadap korban.
3.Kepolisian melakukan operasi detensi untuk menangkap narapidana yang melarikan diri dari penjara.
4.Dalam buku tersebut, detensi adalah cara paling efektif dalam mengatasi konflik sosial di masyarakat.
5.Dalam sistem hukum, detensi adalah proses penahanan seseorang sebelum adanya pengadilan.

📚 Artikel terkait kata "detensi"

Mengenal Kata 'detensi' - Inspirasi dan Motivasi

Detensi: Penawanan dan Penahanan dalam Konteks Hukum

Detensi adalah istilah yang sering digunakan dalam konteks hukum, tetapi maknanya cukup luas dan kompleks. Dalam arti resmi, detensi berarti penahanan atau penawanan seseorang atau barang karena alasan hukum. Istilah ini telah ada sejak lama, dan telah berkembang seiring dengan perubahan hukum dan kehidupan sosial di Indonesia. Detensi sering kali terkait dengan proses hukum yang rumit, seperti pengadilan, penahanan, dan tahanan. Dalam konteks ini, detensi berarti adanya penangkapan atau penawanan seseorang atau barang karena diduga melanggar hukum. Contoh penggunaan kata detensi dalam kalimat yang alami adalah: "Polisi melakukan detensi terhadap terdakwa karena diduga terlibat dalam kejahatan." Atau "Seseorang diadakan detensi karena tidak memenuhi syarat keimigrasian." Dalam kehidupan sehari-hari, detensi juga dapat memiliki makna yang lebih luas. Misalnya, dalam konteks budaya, detensi dapat berarti adanya penahanan atau penawanan atas ide, pikiran, atau perasaan. Contoh penggunaan kata detensi dalam kalimat yang alami adalah: "Ia merasa terdetensi oleh keputusan rektor yang tidak mengizinkannya menghadiri konferensi." Atau "Seseorang merasa terdetensi oleh stigma sosial yang terkait dengan penyakit mentalnya." Dalam budaya Indonesia modern, detensi juga memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, dalam konteks hukum, detensi sering kali terkait dengan masalah penegakan hukum dan keadilan. Dalam konteks sosial, detensi dapat berarti adanya penahanan atau penawanan atas kebebasan individu, seperti kebebasan berbicara atau berekspresi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dan konteks detensi dalam berbagai aspek kehidupan.