Arti Kata "devisa" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "devisa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

devisa

de·vi·sa /dévisa/ n alat pembayaran luar negeri yg dapat ditukarkan dng uang luar negeri

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "devisa"

📝 Contoh Penggunaan kata "devisa" dalam Kalimat

1.Negosiasi perdagangan antara kedua negara berfokus pada peningkatan devisa nasional.
2.Pemerintah membatasi penggunaan devisa untuk pembelian kebutuhan pokok.
3.Dalam sejarah, devisa berperan penting dalam memulihkan ekonomi nasional setelah krisis.
4.Bank sentral mengatur kebijakan moneter untuk meningkatkan devisa dan mengurangi inflasi.
5.Dalam konteks perekonomian mikro, devisa merupakan alat pembayaran yang sangat penting untuk bisnis internasional.

📚 Artikel terkait kata "devisa"

Mengenal Kata 'devisa' - Inspirasi dan Motivasi

Devisa: Alat Pembayaran Luar Negeri yang Strategis

Devisa adalah istilah yang sering digunakan dalam dunia perbankan dan ekonomi internasional. Secara umum, devisa merujuk pada alat pembayaran luar negeri yang dapat ditukarkan dengan uang luar negeri. Sejarahnya, devisa mulai digunakan pada masa kolonial Belanda di Indonesia, ketika pemerintah kolonial membutuhkan alat pembayaran yang lebih mudah dan efektif untuk melakukan transaksi keuangan dengan luar negeri. Dalam praktiknya, devisa dapat digunakan sebagai alat pembayaran untuk berbagai keperluan, seperti pembayaran utang, pembayaran bea cukai, atau bahkan sebagai alat investasi. Beberapa contoh penggunaan devisa dalam kalimat yang alami adalah: * Pemerintah Indonesia harus mengelola devisa dengan bijak untuk memenuhi kebutuhan pembayaran luar negeri. * Bank Indonesia harus memantau stok devisa untuk mencegah krisis keuangan. * Perusahaan multinasional harus memiliki devisa yang cukup untuk melakukan transaksi keuangan dengan luar negeri. Dalam kehidupan sehari-hari, devisa memiliki relevansi yang sangat besar. Banyak orang Indonesia yang bekerja di luar negeri dan membawa kembali devisa untuk digunakan sebagai uang tunai atau untuk diinvestasikan. Selain itu, devisa juga digunakan oleh perusahaan untuk melakukan ekspor dan impor barang ke luar negeri. Dalam budaya Indonesia modern, devisa juga dianggap sebagai simbol keberhasilan dan kemajuan ekonomi. Dengan demikian, devisa dapat dianggap sebagai alat pembayaran luar negeri yang sangat strategis dan penting dalam kehidupan ekonomi dan bisnis.