Arti Kata "diberi berkuku hendak mencekam" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "diberi berkuku hendak mencekam" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
diberi berkuku hendak mencekam
diberi berkuku hendak men.ce.kam Peribahasa diberi kekuasaan, lalu hendak berbuat sewenang-wenang
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "diberi berkuku hendak mencekam"
đ Contoh Penggunaan kata "diberi berkuku hendak mencekam" dalam Kalimat
đ Artikel terkait kata "diberi berkuku hendak mencekam"
Mengenal Kata 'diberi berkuku hendak mencekam' - Inspirasi dan Motivasi
Mengenal Kata "diberi berkuku hendak mencekam" - Inspirasi dan Motivasi
diberi berkuku hendak mencekam adalah salah satu peribahasa yang populer di Indonesia, yang memiliki makna yang sangat dalam. Kata ini berasal dari bahasa Jawa dan memiliki arti "diberi kekuasaan, lalu hendak berbuat sewenang-wenang". Peribahasa ini telah ada sejak zaman dahulu kala dan masih relevan hingga saat ini.
Peribahasa diberi berkuku hendak mencekam digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang diberi kekuasaan atau tanggung jawab, tetapi tidak dapat menggunakannya dengan bijaksana. Mereka sering kali menggunakan kekuasaan tersebut untuk berbuat sewenang-wenang dan menindas orang lain. Hal ini dapat terjadi karena kekuasaan dapat membuat seseorang menjadi sombong dan lupa diri.
Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata diberi berkuku hendak mencekam dalam kalimat yang alami:
Setelah terpilih sebagai ketua OSIS, dia langsung diberi berkuku hendak mencekam dan mulai memberlakukan aturan yang tidak adil.
Pemerintah diberi berkuku hendak mencekam karena telah melakukan banyak kebijakan yang tidak populer di kalangan masyarakat.
Perusahaan diberi berkuku hendak mencekam karena telah melakukan praktik korupsi dan penipuan terhadap pelanggan.
Peribahasa diberi berkuku hendak mencekam memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, peribahasa ini sering kali digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang atau organisasi memiliki kekuasaan yang besar, tetapi tidak dapat menggunakannya dengan bijaksana. Oleh karena itu, peribahasa ini dapat dijadikan sebagai inspirasi dan motivasi bagi kita untuk selalu menggunakan kekuasaan dengan bijaksana dan tidak berbuat sewenang-wenang.