Arti Kata "difteri" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "difteri" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

difteri

dif·te·ri n penyakit menular berupa peradangan selaput lendir pd hulu kerongkongan, pangkal tenggorok, dan batang tenggorok

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "difteri"

📝 Contoh Penggunaan kata "difteri" dalam Kalimat

1.Klinik khusus menyediakan perawatan bagi pasien difteri.
2.difteri masih merupakan penyakit menular yang berbahaya di daerah terpencil.
3.Ayahku sendiri pernah menderita difteri ketika masih kanak-kanak.
4.Penelitian menunjukkan bahwa difteri dapat dicegah dengan vaksinasi rutin.
5.Dokter menemukan gejala-gejala difteri pada anak kecil yang baru masuk sekolah.

📚 Artikel terkait kata "difteri"

Mengenal Kata 'difteri' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Difteri" - Penyakit Menular yang Perlu Diketahui

Kata difteri mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, terutama anak-anak muda pada era 90-an. Difteri adalah penyakit menular yang beredar di masa lalu, membuat banyak orang kehilangan nyawa. Namun, apa sebenarnya difteri dan bagaimana penyakit ini menular? Difteri adalah penyakit menular yang berupa peradangan selaput lendir pada hulu kerongkongan, pangkal tenggorok, dan batang tenggorok. Penyakit ini menular melalui udara, biasanya melalui percikan air liur dari orang yang terinfeksi. Pada masa lalu, difteri adalah salah satu penyakit yang paling berbahaya dan mematikan di dunia. Berikut beberapa contoh penggunaan kata difteri dalam kalimat yang alami: - "Pada tahun 90-an, difteri masih merupakan penyakit menular yang berbahaya di Indonesia." - "Banyak orang yang meninggal akibat difteri pada saat itu." - "Pemerintah melakukan upaya pengendalian difteri dengan memberikan vaksin kepada warga." Difteri tidak lagi menjadi penyakit yang berbahaya di Indonesia karena adanya vaksinasi dan kesadaran masyarakat. Namun, keberadaan difteri masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, karena masih ada kemungkinan terjadinya penyakit ini jika kita tidak berhati-hati. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk memiliki pengetahuan yang cukup tentang difteri dan cara mencegahnya.