Arti Kata "dingkit" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dingkit" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dingkit

ding·kit a, ber·ding·kit-ding·kit v berjejal-jejal, berdesak-desak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dingkit"

📝 Contoh Penggunaan kata "dingkit" dalam Kalimat

1.Warga berdesak-desak di depan supermarket karena hujan deras yang mengakibatkan kedaruratan.
2.Dalam perayaan tahun baru, kerumunan seseorang berjejal-jejal dan berdesak-desak di taman kota.
3.Siswa berjejal-jejal dan berdesak-desak di depan pintu masuk sekolah karena hari pertama masuk sekolah.
4.Pada malam perayaan festival, warga berdesak-desak di depan panggung konser untuk mendengar lagu favorit.
5.Pada hari libur, wisatawan berdesak-desak di depan masuk objek wisata favorit untuk menghabiskan waktu liburan.

📚 Artikel terkait kata "dingkit"

Mengenal Kata 'dingkit' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "dingkit" - Inspirasi Berjejal-Jejal dalam Kehidupan

Kata "dingkit" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), "dingkit" berarti berjejal-jejal atau berdesak-desak. Makna ini dapat digunakan untuk menggambarkan situasi atau perasaan yang tidak pasti atau tidak stabil.

Asal Usul Kata "dingkit"

Kata "dingkit" sebenarnya berasal dari suara desak-desak atau jejal-jejal yang terjadi ketika orang-orang bergerak atau berinteraksi dengan satu sama lain. Suara ini sering digunakan untuk menggambarkan suasana yang sibuk atau padat. Dalam konteks sosial, kata "dingkit" dapat digunakan untuk menggambarkan suasana yang tidak tenang atau tidak stabil.

Contoh Penggunaan Kata "dingkit" dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh penggunaan kata "dingkit" dalam kalimat yang alami: * Ketika berada di pusat kota, saya merasa terganggu oleh suara dingkit dari mobil-mobil yang berlalu-lalang. * Dalam situasi darurat, pasukan harus bergerak dengan cepat dan melakukan dingkit untuk mencapai lokasi yang tepat. * Setelah hari libur, saya merasa rileks dan tidak lagi merasakan dingkit dari kegiatan sehari-hari.

Relevansi Kata "dingkit" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "dingkit" memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari karena dapat digunakan untuk menggambarkan suasana yang tidak pasti atau tidak stabil. Dalam dunia pekerjaan, kata "dingkit" dapat digunakan untuk menggambarkan suasana kerja yang sibuk atau padat. Dalam kehidupan pribadi, kata "dingkit" dapat digunakan untuk menggambarkan perasaan yang tidak tenang atau tidak stabil. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan konteks kata "dingkit" agar dapat menggunakan kata ini dengan efektif dalam berbagai situasi.