Arti Kata "disiden" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "disiden" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

disiden

di·si·den /disidén/ n 1 orang yg tidak sepakat dng pendapat seseorang atau kelompok; 2 orang yg tidak mau menurut pemerintahnya krn menganggap pemerintah itu tidak sah (keliru, dsb); pembangkang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "disiden"

📝 Contoh Penggunaan kata "disiden" dalam Kalimat

1.Mahasiswa tersebut dianggap sebagai disiden karena menolak menandatangani deklarasi yang dibuat oleh pemerintah.
2.Pendapat disiden seringkali menimbulkan polemik dan kontroversi di masyarakat.
3.Dalam sejarah, para disiden telah berperan penting dalam perubahan politik suatu negara.
4.Pemerintah menganggap kelompok disiden sebagai ancaman bagi stabilitas negara.
5.Buku "Kisah Para disiden" menjadi bestseller dalam beberapa minggu terakhir.

📚 Artikel terkait kata "disiden"

Mengenal Kata 'disiden' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Disiden" - Makna dan Relevansi

Kata "disiden" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini merujuk pada orang yang tidak sepakat atau tidak setuju dengan pendapat seseorang atau kelompok. Dalam konteks historis, kata disiden sering digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak mau menurut pemerintah karena menganggap pemerintah itu tidak sah atau tidak adil. Dalam era modern, kata ini masih digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak setuju atau tidak mendukung kebijakan pemerintah. Contoh penggunaan kata "disiden" dalam kalimat yang alami adalah: "Dia adalah seorang disiden yang aktif dalam gerakan mahasiswa untuk mengkritik kebijakan pemerintah". Dalam contoh ini, kata "disiden" digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah. Contoh lain adalah: "Kelompok itu dianggap sebagai kelompok penyimpang oleh pemerintah, karena mereka melawan kebijakan pemerintah dengan cara yang keras". Dalam contoh ini, kata "disiden" digunakan untuk menggambarkan kelompok yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah. Kata "disiden" memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam era demokrasi, kata ini digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah dan ingin melihat perubahan. Dalam budaya Indonesia, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak mau menurut pemerintah karena menganggap pemerintah itu tidak adil atau tidak sah. Dalam konteks sosial, kata ini digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah dan ingin melihat perubahan dalam masyarakat.